Putri
Komala Desi
17213016
TULISAN
2 IBD 1EA07
Ø Lagu
Bunda by Potret
Ku buka
album biru Penuh debu dan usang
Kupandangi semua gambar diri Kecil bersih belum ternoda
Kupandangi semua gambar diri Kecil bersih belum ternoda
Pikirku
pun melayang Dahulu penuh kasih
Teringat semua cerita orang Tentang riwayatku
Teringat semua cerita orang Tentang riwayatku
Kata
mereka diriku s’lalu dimanja Kata mereka diriku s’lalu ditimang
Nada-nada
yang indah S’lalu terurai darinya
Tangisan nakal dari bibirku Tak ’kan jadi deritanya
Tangisan nakal dari bibirku Tak ’kan jadi deritanya
Tangan
halus dan suci T’lah mengangkat tubuh ini
Jiwa raga dan seluruh hidup Rela dia berikan
Jiwa raga dan seluruh hidup Rela dia berikan
Kata
mereka diriku s’lalu dimanja Kata mereka diriku s’lalu ditimang
Oh Bunda
ada dan tiada dirimu
’Kan selalu ada di dalam hatiku
Pikirku
pun melayang Dahulu penuh kasih
Teringat semua cerita orang Tentang riwayatku
Teringat semua cerita orang Tentang riwayatku
Kata
mereka diriku s’lalu dimanja Kata mereka diriku s’lalu ditimang
Oh Bunda
ada dan tiada dirimu
’Kan selalu ada di dalam hatiku…
cipt : melly goeslow
Ø Cerpen
cinta
"seperti siang dan malam"
Bila
membicarakan tentang cinta. Mungkin semua orang mempunyai pendapat yang sangat
indah dengan hal itu dan juga bisa mencurahkan semuanya dengan apa kata hatinya
sendiri. Tetapi ada juga permasalahan dalam hubungan percintaan yang membuat seseorang
menjadi tidak percaya dengan cinta yang bisa membuat mereka menang. Mungkinkah
ketidak percayaan itu akan menjadikan perasaan mereka akan membatu atau mungkin
bisa kembali menjalani kisah cinta yang lain. Semua itu akan terjadi dengan
natural dan membutuhkan berbagai proses.
Ini
adalah cerita seorang cewek yang bernama Riska Putri. Dia adalah seorang anak
SMA yang sekarang duduk dikelas 3 SMA. Dia adalah cewek yang sangat periang dan
pandai bergaul dengan teman yang baru dia kenal. Dan itu membuat dia banyak
dikagumi banyak cowok disekolahnya. Dia mempunyai sahabat yang bernama Rahel.
Mereka bersahabat semenjak SMP kelas 1. Karena mereka sudah dekat, mereka pun
tidak mempunyai rahasia diantara keduanya dan mereka pun selalu terbuka satu
sama lainnya dalam hal apapun.
Disuatu
hari mereka pun jalan kesebuah mall yang berada tidak jauh didekat rumah Riska.
Tujuan mereka adalah mencari tas dan sepatu untuk mereka beli. Mereka pun
memilih satu per satu dari tas dan sepatu tersebut. Setelah itu mereka berpencar
karena Riska ingin membeli tas dan Rahel membeli sepatu. Rahel pun pergi
kelantai atas dan Riska tetap ditempat tas. Waktu Riska memilih satu tas dengan
spontan sekali ternyata tas tersebut dipegang juga dengan seorang cowok dan
Riska pun kaget. Mata meraka bertatapan dan membuat mereka terdiam dan saling
tersenyum. Cowok itu pun meminta maaf kepada Riska dan cowok itu mengalah untuk
memilih tas yang lain. Riska merasa tidak enak dan menanyakan tas itu untuk
siapa dan Riska berkata lebih baik dia saja yang ngambil tas itu. Tetapi cowok
itu menolaknya dan cowok itu menjawab, tas itu maksudnya untuk dia belikan
untuk adiknya. Dia pun tersenyum dan pergi meninggalkan Riska. Riska pun
menjadi kepikiran dan membuat Riska penasaran terhadap cowok itu karena dia
membelakan nyari tas untuk adiknya. Hal itu membuat dia menjadi kagum terhadap
cowok itu.
Setelah
selesai membeli tas dan sepatu mereka pun pergi ketempat makan untuk mengisi
perut mereka. Disana Rahel kebingungan kenapa Riska membeli dua tas. Rahel pun
bertanya dengan hal itu. Dan Riska pun menjelaskannya dan menceritakan hal yang
baru saja dia alami. Rahel pun berpendapat bahwa Riska cinta pada pandangan
pertama, tapi Riska malah mungkir hal itu. Tetapi Rahel bertanya lagi pada
Riska. Dengan masalah Riska yang sudah mempunyai pacar yang bernama Vicky.
Mereka berpacaran sudah lama dan itu pun sangatlah mengenaskan karena putus
nyambung terus itu Riska ungkapkan tiap kali curhat dengan Rahel.
Vicky
dan Riska sering sekali bertengkar, itu membuat mereka putus nyambung. Yang
sangat anehnya itu pertengkarannya berawal dari hal kecil. Misalnya, cemburu
lalu saling menyalahkan dan kadang – kadang didepan Rahel pun itu sering. Sama
seperti hal yang sekarang ini. Sekarang Vicky dan Riska bertengkar karena Riska
tidak memberi tahu bahwa dirinya pergi keluar bersama Rahel dan itu membuat
Vicky marah. Rahel bingung dengan sifat Vicky yang seringkali egois dan
mengekang sekali Riska. Rahel ingin bilang untuk memutuskan saja Riska dan
Riska mulai mencari cowok lain. Tetapi ternyata itu mungkin sedikit sulit
karena gelombang emosi Riska telah terkontrol oleh Vicky dan itu membuat
pertengkaran menjadi biasa karena mempunyai alasannya yaitu pasti salah satunya
akan mengalah dan akan kembali nyambung lagi.
Rahel
hanya cukup tau ajah karena Rahel pernah menanyakan kepada Riska, kenapa dia
ingin tetap bertahan dan tetep sayang sama Vicky. Riska menjawab dengan
rumitnya yaitu tidak tau perasaan hanya dia yang aku cinta. Jawaban itu
bukanlah alasan karena bila alasan mungkin akan menyebutkan lebih dalam lagi.
Tetapi Rahel menerima jawaban dari Riska itu.
Setelah
waktu terus berlanjut tak terasa merekapun akan masuk ke perguruan tinggi.
Mereka mengambil STMIK Sumedang sebagai tempat mereka melanjutkan kuliahnya.
Mereka pun menjadi seorang Mahasiswi dikampus tersebut. Dihari esoknya Riska
dan Rahel sedang jajan dikantin. Riska yang sedang memesan makanan dan tidak
sengaja cowok yang waktu itu Riska temui dimall ada disampingnya. Cowok itu
tidak sadar bahwa Riska ada disampingnya. Setelah itu Riska memberanikan diri
beranya pada cowok itu. Riska katakan hi kepada cowok itu. Dan cowok itu
melirik Riska dan tersenyum kepada Riska. Cowok itu menjawabnya hi juga. Riska
pun tidak tau lagi harus ngomong apa tapi Riska pun hanya tersenyum kepada
cowok itu dan meninggalkannya. Tetapi cowok itu tidak mengikuti Riska pergi
dari tempat pemesanan itu. Dia malah duduk dibelakang tempat pemesanan itu.
Lalu Riska menceritakan hal itu kepada Rahel. Rahel pun terkejut dan menanyakan
kepada Riska kenapa dia tidak langsung mengajak dia untuk berkenalan dan
meminta nomer hpnya. Riska menjawab itu sih nggak perlu karena kan cewek itu
jangan memulai duluan. Rahel pun setuju karena cewek ditakdirkan seperti itu.
Setiap
waktu Riska dan Rahel melihat cowok itu. Dia selalu sendiri dan dia terlihat
misterius karena cowok itu selalu berpenampilan beda dengan cowok lain. Dia
mempunyai ciri khas yang sering dia lakukan yaitu memakai jas dan selalu senyum
bila disapa. Itu membuat Riska kagum terhadap cowok itu. Tetapi yang Riska
sesalkan kenapa cowok itu tidak sadar dia perhatikan.
Dihari
selanjutnya Riska murung dikelas karena dia mempunyai masalah. Rahel pun
menanyakan kenapa dia seperti itu. Dan akhirnya Rahel pun mulai berfikir ini
terjadi karena Vicky cowoknya. Lalu Riska menceritakannya. Dan ternyata hal itu
benar dia putus dengan Vicky. Putusnya itu tidak wajar karena cuman beralasan
Vicky yang menganggap Riska berbeda dan mulai tidak memperhatikannya. Dia tidak
menyadari bahwa kesibukan siswi dan mahasiswi itu berbeda itu sebabnya Riska
menerima mereka putus. Tetapi Riska masih sedikit berharap hubungan dia dan
Vicky bisa dipertahankan. Rahel baru mulai bicara kepada Riska. Bahwa cinta
Vicky itu tak setulus cinta yang dimiliki Riska terhadap Vicky karena dia
sangat egois tidak mau tau tentang pendapat Riska ataupun tentang kehidupan
Riska. Riska pun mulai sadar dengan apa yang dikatakan Rahel itu benar. Riska
pun membuat rencana untuk tidak dulu menjalin hubungan dengan cowok manapun.
Riska
dan Rahel pun pergi kekantin. Mereka malah ketemu lagi dengan cowok misterius
itu. Dan seperti biasa dia malah tersenyum kepada mereka. Setelah Riska dan
Rahel jajan dikantin, mereka pun jalan masuk ke kelas. Dijalan Riska dipengang
bahunya dan setelah berbalik ternyata yang mencolek bahunya adalah cowok itu.
Dia pun berkata ingin berkenalan dengan Riska dan Rahel. Riska sekarang sudah
tau bahwa dia bernama Putra. Dan hal yang paling dia senangi dia punya nomer hp
Putra.
Dimalam
harinya Riska menunggu sms atau telepon dari Putra. Tetapi setelah menunggu
terlalu lama akhirnya Riska pun ngsms Putra dan hasilnya tidak ada balasannya.
Riska merasa kesal dan dia pun mencoba menelepon nya dan hasilnya pun sama
tidak diangkat. Setelah Riska bergegas untuk tidur hp nya pun bunyi dan Riska
terkejut mungkinkan itu dari Putra. Ternyata hal itu salah itu adalah telepon
dari Vicky mantan pacarnya. Riska pun tidak mengangkatnya. Kedua kalinya hp nya
kembali bunyi dan Riska pun beranggapan bahwa itu telepon dari Vicky tetapi pas
Riska lihat ternyata itu adalah telepon dari Putra. Lalu Riska mengangkatnya.
Putra pun meminta maaf karena dia tidak membalas sms Riska dan tidak mengangkat
teleponnya. Riskapun tidak marah dan langsung menanyakan alasannya. Putra
bilang dia sedang mengerjakan tugas. Setelah ngobrol banyak tentang satu sama
lainnya dan menceritakan pertama bertemu mereka saling tertawa dan mereka
menjadi dekat.
Esok
harinya dikampus Riska, Rahel dan Putra pergi ke kantin bersama sebelum masuk
kuliah. Disitulah Rahel menceritakan tentang Riska yang sedang galau karena
baru saja putus dengan pacarnya. Putra pun tersenyum dan dia mengatakan hal
yang mungkin akan mereka ingat terus kata itu adalah tuhan itu adil menciptakan
dua perbedaan yang akan kamu rasakan. Contohnya manis dan asin, hitam dan
putih, siang dan malam, sedih dan bahagia. Bila kamu rasakan sedih maka kamu
akan rasakan juga bahagia seperti halnya kamu rasakan siang dan malam. Kata – kata
itu membuat mereka bengong dan menjadi kagum terhadap Putra apalagi Riska yang
mulai menyukai Putra. Riska pun menceritakan tentang mantan pacarnya yang egois
kepada Putra. Dan putra menjawabnya dengan sangat jelas. Dia bilang bahwa cowok
itu mempunyai lima karakter yaitu cowok setia, cowok nyebelin, cowok sebagai
kakak, cowok putus asa dan cowok idaman. Waktu Putra membicarakan hal itu
ternyata tidak sadar waktu kulaih sebentar lagi dan Putra meninggalkan mereka
karena dia ada kelas pada saat itu.
Malam
harinya Riska mengirim sms kepada Putra tentang hal yang tadi. Karena Riska
sangat penasaran tentang hal itu. Dan Putra pun membalasnya menerangkan satu
per satu karakter dari cowok itu. Riska baru sadar bahwa Vicky termasukcowok
yang putus asa karena dia sangat ketergantungan terhadap Riska dan sangat panik
bila Riska tidak didekatnya menjadi mempunyai rasa cemburu yang sangat bersar
bila mendengar dan melihat Riska sekiditpun dengan cowok lain meskipun cowok
itu adalah temannya. Hal itu sama dengan apa yang dikatakan oleh Putra. Dan hal
yang selanjutnya yang diterangkan oleh Putra adalah karakter cowok idaman.
Cowok idaman adalah cowok yang sangat super simple karena cowok itu tidak
mengekang cewek dan memberikan cewek perasaan. Dan cowok idaman selalu saja
punya trik dan maindset yang membuat cewek dopamine terhadap cewek tersebut.
Dari perkataan itu Riska pun menjadi sangat menyukai Putra karena dia baru saja
membuat kenyamanan yang Riska rasakan.
Riska
mulai tidak bisa tidur karena dia sangat merasa aneh menemukan cowok yang
berkarakter seperti dia. Dan Riska pun mulai merasa penasaran karena kelakuan
Putra yang kurang jelas menyebabkan Riska menjadi kefikiran cowok itu. Lalu
Riska pun curhat kepada Rahel. Rahel menjawabnya dengan sangat sederhana yaitu
bahwa Riska sedang jatuh cinta kepada Putra. Riska pun merasakan mungkin itu
adalah cinta. Semalaman Riska tidak bisa tertidur karena memikirkan
perasaannya.
Setelah
bangun pagi Riska menerima sms dari Putra. Dia mengatakan ingin bertemu dengan
dia dan akan mengajak dia untuk main. Dan Riska menjawabnya dengan iya. Riska
pun menunggu Putra untuk menjemputnya. Setelah Putra dateng Putra mengajak
Riska ketempat permainan time zone. Riska kebingungan kenapa kencan ketempat
yang tidak romantis. Tetapi pas sudah ditempat permainan itu Riska merasa
nyaman dan momen itu sangat berharga bagi Riska. Setelah selesai merekapun
pulang kerumah. Dirumah Riska Putra memberikan satu kotak kepada Riska ternyata
pas Riska buka itu adalah sembilan tangkai bunga mawar merah yang di ikat
tetapi satu lagi dipisahkan. Yang satu itu adalah tangaki bunga mawar merah
plastik yang mempunyai catatan kaki di daunnya. Isinya adalah cintaku seperti
bunga plastik ini yang tidak akan pernah layu. Riska pun terkesan dengan apa
yang dilakukan oleh Putra dan Riskapun menerimanya dengan senyuman. Merekapun
jadian dan hal itu Rahel ketahui yang dikasih tau oleh Riska. Rahel pun merasa
senang sahabatnya tidak sedih lagi dan kini sahabatnya bisa bahagia lagi. Riska
pun tersadar dengan kata – kata yang dulu Putra katakan bahwa sedih itu akan
dibalas dengan kebahagiaan sama seperti siang dan malam.