Halaman

Selasa, 01 Oktober 2013

Tulisan 1 IBD 1EA07

 “Awal Dari Impian Ku”

Pagi yang indah dan sejuk di jalan margonda raya pagi ini hari pertama masuk sekolah di SMA aku sangat bersemangat tak sabar untuk merasakan bagaimana hari baru di sekolah baru dan seragam putih abu-abu ini,  aku duduk disamping sahabat ku dari smp namanya andivitri dewi biasanya aku memanggilnya dengan sebutan “andew”, pelajaran pun dimulai karena baru hari pertama masuk sekolah kami hanya berkenalan pada guru-guru dan teman-teman baru, menentukan struktur kelas agar esok hari semuanya tertata rapih. Hari demi hari aku lewati dengan ceria teman-teman yang baik, saat smp aku tidak mengikuti organisasi atau kegiatan ekskul lainnya aku pasif hanya didalam kelas yang membuat ku nyaman dan aktif di pelajaran matematika aku menyukai pelajaran itu walaupun banyak orang yang membencinya, tapi kini aku mengikuti ekskul bela diri tapak suci yaitu bela diri yang wajib diikuti oleh siswa dan siswi muhammadiyah, Selain tapak suci aku juga mengikuti ekskul kelas seni, walaupun bakat seni ku tidak bagus tapi aku ingin mencobanya menurutku pengalaman itu sangat penting. Sebenarnya mamah ku tidak terlalu menyetujui kalau aku mengikuti kegiatan-kegiatan itu karna menurutnya membuang-buang waktu dan membuat pelajaran yang formal menjadi terbengkalai juga semenjak aku mengikuti kegiatan itu aku menjadi pulang sore setiap hari dan kadang hari minggu pun aku pergi. Tapi aku mencoba meyakini mamah ku karena aku mengikuti ekskul dan tidak membuat nilai pelajaran ku menurun.
Kenaikan kelas tiba tapi aku merasa takut karena hari ini adalah hari yang menentukan ku masuk ipa atau ips , “assalamuallaikum pak” salam ku ketika memasuki ruang kelas ku yang sebagian anak-anak lain dan orang tuanya berdampingan sudah datang, “wallaikumsallam” sahut salam dalam ruangan itu. Aku menghubungi teman-teman ku ternyata mereka semua masuk ipa dan sudah berada dirumahnya masing-masing. Beberapa menit kemudian namaku pun dipanggil “putri komala desi” kata pak wayan nama wali kelas ku kakak ku pun maju kedepan begitu juga aku kami duduk dihadapan pak wayan yang terlihat masih segar di pagi itu “ini walinya putri ?”, “iya pak saya kakaknya kebetulan orang tua kita sedang berhalangan hadir jadi saya yang datang.” “ohh iya tidak apa-apa jadi begini dari nilai yang saya lihat putri ini tinggi di nilai ilmu pengetahuan sosialnya di bandingkan dengan ipa jadi putri saya masukan di kelas 11 ips” .mendengar pak wayan berbicara seperti itu aku lansung menangis aku tidak terima jika aku dipisahkan dengan teman-teman ku , “pak kenapa saya masuk ips ? bapak kan tahu teman saya di ipa semua ,pak saya tidak mau” , “putri kemampuan mu berbeda bapak tau kamu teman mereka tapi percaya dengan bapak nanti kamu akan tahu sendiri kenapa bapak memasukan mu di ips” air mata ini makin deras, kakak ku mungkin malu melihat adiknya menangis segera aku usap air mata ku teman-teman di kelas lain melihat ku mungkin aku dikira tidak naik kelas tapi aku tidak hiraukan mereka dan lansung pergi pulang bersama kakak ku . sesampai dirumah orang tua ku bertanya “put masuk ipa atau ips?”, “ips mah”, “terus kenapa nangis?” “temen putri di ipa semua, yang masuk kelas ips katanya anak yang nakal-nakal kbnyakan juga dari 10.2 putri ngga ada yang kenal mah” tetap dengan tangisan ku. “mamah sama papah juga dulu anak ips jadi jangan berkecil hati semua bidang sama saja karena keahlian orang itu berbeda-beda jalani saja nanti juga akan dapat teman baru pasti” kata mamah ku menasihati . “iya mah”
Liburan pun usai kini aku masuk di kelas 11 ips , aku memang terbiasa datang sekolah pagi jam 06.30 aku sudah sampai di sekolah kulihat teman-teman ku di ipa sudah sebagian datang termasuk andivitri sahabat ku , “put ,katanya lo masuk ips yah? Semangat ya” katanya dengan senyumnya. “iyah gue takut ngga punya teman lo tau sendiri kan ndew”, “iya tapi kan lo beda lo harus tetap bisa jadi diri lo put” aku hanya diam dan masuk ke kelas tapi hanya ada 1 orang laki-laki katanya dia murid baru dan masuk ips ,aku duduk didepannya aku berpikir dalam hati aku harus menjalani ini dan aku pikir aku disini untuk belajar kenapa aku memikirkan hal yangbelum terjadi , aku sendiri pun aku bisa ! hari pertama tak kuduga itu semua jauh dari pikiran negatif ku mereka ramah, solid mungkin ada sebagian yang tidak tapi aku senang dengan mereka dengan candaannya aku hanya mengambil hal yang positif dari mereka memang mereka balance dengan kenakalnnya, di ips aku menjadi murid yang bisa dibilang unggul kata guru-guru ku mungkin ini maksud dari pak wayan lambat laun aku bisa mengubah judge kelas ips yang biasa dikenal sebagai kelas anak nakal menjadi kelas terbersih sebenarnya bukan aku yang mengubah judge itu tapi mereka semua yang kompak dan saling bekerja sama J
Psikologi itu merupakan hal yang ingin aku pelajari lebih dalam dari kehidupan ini dengan itu aku menjadi lebih mudah mengenali orang-orang disekitarku tanpa perlu pendekatan secara emosional dan lama ,saat mengenal karakter orang kita merasa puas tentu saja bukan karena karakter negatif nya tapi positif nya juga, lambat laun aku mulai terbiasa dengan kelas ips dan aku tau aku sendiri pun sudah termasuk kedalam kelas yang bernama Solid (social eleven kids).
Tak kuduga cita-cita ku ditentang oleh papah , dalam candaan di tengah-tengah ruang tamu “putri mah nanti mau jadi psikolog yaaa, jadi kerjanya bukan jagain barang orang haha” kata ku sambil tertawa mengejek kakak ku yang bekerja sebagai spg, “yang penting halal lagian kalau saja tidak ada spg kayak kita gini mana ada yang namanya pemasaran” kata ka maya, “iyah benar, lagian psikolog ngapain kerja ngurusin orang gila haha apalagi nanti kalau kuliah tinggi-tinggi tapi ngurusin orang gila” ka indri menyahut seluruh keluarga pun tertawa diruangan itu. “psikolog itu kan bukan ngurusin orang gila, tapi membantu mencari solusi kepada seseorang yang mempunyai masalah kita juga dibayar” sahut ku dengan nada yang sedikit emosi. “tidak, putri kalau mau papah kuliahin masuk fakultas ekonomi tidak ada kata psikolog” kata-kata papah membuat ku terkejut aku pikir aku tidak akan dikuliahkan tapi bukan hanya itu aku tidak boleh mengambil psikologi ooh tuhan. Aku terdiam dan masuk ke kamar memikirkan lebih dalam maksud dari kata papah ku, apa mungkin cita-cita ku harus berhenti sampai disini. “put” ka maya memanggil ku “iyah”, “mikirin kata-kata papah? Ikutin aja papah tau apa yang terbaik’’ katanya menasihati , “iyah lagian nanti kalau ada rezeki juga putri mau kuliah S2 jurusan psikologi pakai uang putri sendiri,doain aja yah” kata ku sambil tersenyum agar situasi menjadi tidak canggung. “yasudah, bagus kalau begitu amiin”
            Di kelas 12 nama Solid berganti menjadi Pasopati (pasukan pecinta bu ety) bu ety adalah wali kelas ku sejak kelas 11 guru yang baik yang sangat memperhatikan anak didiknya , semenjak saat papah ku menyuruh ku untuk kuliah di fakultas ekonomi aku mulai serius dengan mata pelajaran ekonomi dan akuntansi, Alhamdulillah guru-guru yang baik hati ini selalu mengajarkan ku dengan senang hati walaupun perlu berulang-ulang menjelaskan. Nilai-nilai ujian ku pun bisa dibilang bagus dibandingkan yang lain, aku mulai menyukai pelajaran-pelajaran ini.
 SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negri) setiap tahun perguruan tinggi di Indonesia menagadakan seleksi untuk anak yang berprestasi, ada kira-kira 15 anak kelas ipa yang mengikutinya, saat didepan kelas “put, kata pak dedi lo disuruh ikut snmptn aja nilai rapot lo kosistent kan dari kelas 1 ? bilangin anak kelas lo yah yang berminat ikut” kata iffat teman ku sewaktu kelas 10.1 sekarang ia pun masuk ipa. “iyaa, fat okedeh makasi yah udah dikasih tau nanti kabarin cara daftarnya” sahut ku, “iya say nanti kita smsan yah”. Dikelas ku hanya kurang dari 10 orang yang mendaftar kan snmptn , aku sendiri mendaftar di Universitas Islam Negri (UIN) dan Universitas Padjajaran Bandung tentunya mengambil fakultas ekonomi perbankan.
            Ujian Nasional tinggal beberapa minggu lagi Try Out (TO) mulai sering dilaksanakan agar siswa menjadi terbiasa membahas dan mengerjakan soal-soal yang akan di uji salah satu try out yang dilaksanakan disekolah ku adalah dari Universitas Gunadarma. Saat itu aku mengerjakannya dengan sungguh-sungguh karena kata guru-guru ku universitas gunadarma setiap tahun memberikan beasiswa untuk sebagian siswa yang mendapatkan nilai tinggi.
            Hari ini UN dilaksanakan sampai tiga hari kedepan, aku merasa takut tapi aku terus meyakini hati ini agar tetap selalu optimis dan aku pasti bisa. Setelah ujian nasional selesai aku hanya dirumah saja menunggu pengumuman kelulusan tiba , dan hari kelulusan itu pun tiba pagi yang paling menegangkan menurutku karena pemberitaan di televisi yang memberitakan tentang kekacauan pendistribusian disebagian wilayah Indonesia selain itu kualitas kertas jawaban un yang kurang bagus (tipis) membuat ku semakin takut mendengar pengumuman.
            Semua siswa muhammadiyah angkatan ku berkumpul di masjid nurussyamsi dan seorang laki-laki berusia 40 tahunan itu pun datang “assalamuallaikum anak-anak” dia wakil kepala sekolah ku pak dedi yang akrab dengan siswa-siswinya . kami pun serentak menjawab salamnya suasana hening salah satu teman ku bertanya “pak, bagaimana hasilnya kita lulus semua kan?” , “sebenarnya ada 2 orang yang nilainya tidak cukup untuk bisa dikatakan lulus” jawabnya. Kami semua tertunduk tak ada yang tau bahwa ada yang tidak lulus . dalam hati ku apakah aku termasuk kedalam 2 anak itu bagaimana ini apa aku kuat menerima kenyataan jika aku tidak lulus . “SMA MUHAMMADIYAH 1 PANMAS LULUS 100%” terdengar suara lantang yang keras didalam ruangan masjid, aku pun kaget ternyata itu semua hanya bercandaaan ohh Alhamdulillah ya allah ternyata aku lulus bersama semua teman-teman ku bahagia sekali rasanya.
            Pagi itu selesai mencuci baju aku melihat handphone ku yang berbunyi nada sms nomer tak dikenal mengirimkan ku sms dengan isi bahwa aku mendapat beasiswa di universitas gunadarma jurusan S1 Manajemen “mah, ada yang ngirim sms ke putri katanya putri diterima di universitas gunadarma dan disuruh dating ke kampus D, beneran ngga yah mah?” “beneran mungkin tapi pengumuman snmptn itu udah tau belum?”, “belum mah tgl 29 baru tau tapi putri disuruh ke gundar tanggal 3 gimana?”, “yaudah datang saja yang ke gundar buat cadangan kalau nanti di negri tidak keterima”, “yaudah iyadeh” .
Pengumuman snmptn yang dulu aku mendaftarnya secara online kini sudah ada hasilnya pukul 17.00 wib aku mengeceknya untuk mengetahui hasil ohh tidak saat aku baca ternyata tidak lolos. “gimana put hasilnya ?” kata mamah ku yang sedang memperhatikan ku didepan laptop . “ngga lolos mah ,gimana nih?”, “belum rezeki berarti put ,yaudah tidak apa-apa lagian di uin itu jauh,  kalau di gunadarma kan dekat disana saja” , “hmm, iya mah”.
Persyaratan untuk kuliah di universitas gunadarma telah aku siapkan dan saat ini aku telah masuk di universitas swasta yang terkenal ini. Sebelum masuk untuk memulai perkuliahan aku mengikuti ospek yang diadakan di kampus H walaupun diadakan ospek hanya 1 hari tapi membuat ku merasa senang dan lelah ,pagi itu aku diantar oleh papah ku sampai depan gerbang, tak ada yang aku kenal satupun saat sampai disana tapi aku harus memberanikan diri walaupun merasa canggung. Kakak-kakak senior yang mengagumkan menurutku karena bisa mengkordinir ratusan mahasiswa baru aku jadi ingin mengikuti BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) itu juga kalau tidak salah.

Seminggu kemudian perkuliahan dimulai aku masuk di kelas 1EA07 semua teman-teman baru dari lain sekolah berkumpul dikelas ini.aku mempunya banyak teman baru walaupun belum sepenuhnya dekat salah satunya arfina biasanya aku memanggilnya finna dia teman baru yang menyenangkan aku hampir setiap hari pergi bersama ke kampus dengannya. Aku berharap semua berjalan dengan baik dan apa yang telah aku usahakan tidak sia-sia walaupun cita-citaku menjadi psikolog tertunda, tapi membuat orang tua ku bangga dan senang itu lebih penting untuk ku. Semoga Allah memberikan aku kemudahan untuk menjalani ini semua. Amiin ya rabbal’allamin. JJJ

Tidak ada komentar:

Posting Komentar