“Awal Dari Impian Ku”
Pagi
yang indah dan sejuk di jalan margonda raya pagi ini hari pertama masuk sekolah
di SMA aku sangat bersemangat tak sabar untuk merasakan bagaimana hari baru di
sekolah baru dan seragam putih abu-abu ini,
aku duduk disamping sahabat ku dari smp namanya andivitri dewi biasanya
aku memanggilnya dengan sebutan “andew”, pelajaran pun dimulai karena baru hari
pertama masuk sekolah kami hanya berkenalan pada guru-guru dan teman-teman
baru, menentukan struktur kelas agar esok hari semuanya tertata rapih. Hari
demi hari aku lewati dengan ceria teman-teman yang baik, saat smp aku tidak
mengikuti organisasi atau kegiatan ekskul lainnya aku pasif hanya didalam kelas
yang membuat ku nyaman dan aktif di pelajaran matematika aku menyukai pelajaran
itu walaupun banyak orang yang membencinya, tapi kini aku mengikuti ekskul bela
diri tapak suci yaitu bela diri yang wajib diikuti oleh siswa dan siswi muhammadiyah,
Selain tapak suci aku juga mengikuti ekskul kelas seni, walaupun bakat seni ku
tidak bagus tapi aku ingin mencobanya menurutku pengalaman itu sangat penting.
Sebenarnya mamah ku tidak terlalu menyetujui kalau aku mengikuti
kegiatan-kegiatan itu karna menurutnya membuang-buang waktu dan membuat
pelajaran yang formal menjadi terbengkalai juga semenjak aku mengikuti kegiatan
itu aku menjadi pulang sore setiap hari dan kadang hari minggu pun aku pergi.
Tapi aku mencoba meyakini mamah ku karena aku mengikuti ekskul dan tidak
membuat nilai pelajaran ku menurun.
Kenaikan
kelas tiba tapi aku merasa takut karena hari ini adalah hari yang menentukan ku
masuk ipa atau ips , “assalamuallaikum pak” salam ku ketika memasuki ruang
kelas ku yang sebagian anak-anak lain dan orang tuanya berdampingan sudah
datang, “wallaikumsallam” sahut salam dalam ruangan itu. Aku menghubungi
teman-teman ku ternyata mereka semua masuk ipa dan sudah berada dirumahnya
masing-masing. Beberapa menit kemudian namaku pun dipanggil “putri komala desi”
kata pak wayan nama wali kelas ku kakak ku pun maju kedepan begitu juga aku
kami duduk dihadapan pak wayan yang terlihat masih segar di pagi itu “ini
walinya putri ?”, “iya pak saya kakaknya kebetulan orang tua kita sedang
berhalangan hadir jadi saya yang datang.” “ohh iya tidak apa-apa jadi begini
dari nilai yang saya lihat putri ini tinggi di nilai ilmu pengetahuan sosialnya
di bandingkan dengan ipa jadi putri saya masukan di kelas 11 ips” .mendengar
pak wayan berbicara seperti itu aku lansung menangis aku tidak terima jika aku
dipisahkan dengan teman-teman ku , “pak kenapa saya masuk ips ? bapak kan tahu
teman saya di ipa semua ,pak saya tidak mau” , “putri kemampuan mu berbeda
bapak tau kamu teman mereka tapi percaya dengan bapak nanti kamu akan tahu
sendiri kenapa bapak memasukan mu di ips” air mata ini makin deras, kakak ku
mungkin malu melihat adiknya menangis segera aku usap air mata ku teman-teman di
kelas lain melihat ku mungkin aku dikira tidak naik kelas tapi aku tidak
hiraukan mereka dan lansung pergi pulang bersama kakak ku . sesampai dirumah
orang tua ku bertanya “put masuk ipa atau ips?”, “ips mah”, “terus kenapa
nangis?” “temen putri di ipa semua, yang masuk kelas ips katanya anak yang
nakal-nakal kbnyakan juga dari 10.2 putri ngga ada yang kenal mah” tetap dengan
tangisan ku. “mamah sama papah juga dulu anak ips jadi jangan berkecil hati
semua bidang sama saja karena keahlian orang itu berbeda-beda jalani saja nanti
juga akan dapat teman baru pasti” kata mamah ku menasihati . “iya mah”
Liburan
pun usai kini aku masuk di kelas 11 ips , aku memang terbiasa datang sekolah
pagi jam 06.30 aku sudah sampai di sekolah kulihat teman-teman ku di ipa sudah
sebagian datang termasuk andivitri sahabat ku , “put ,katanya lo masuk ips yah?
Semangat ya” katanya dengan senyumnya. “iyah gue takut ngga punya teman lo tau
sendiri kan ndew”, “iya tapi kan lo beda lo harus tetap bisa jadi diri lo put”
aku hanya diam dan masuk ke kelas tapi hanya ada 1 orang laki-laki katanya dia
murid baru dan masuk ips ,aku duduk didepannya aku berpikir dalam hati aku
harus menjalani ini dan aku pikir aku disini untuk belajar kenapa aku
memikirkan hal yangbelum terjadi , aku sendiri pun aku bisa ! hari pertama tak
kuduga itu semua jauh dari pikiran negatif ku mereka ramah, solid mungkin ada
sebagian yang tidak tapi aku senang dengan mereka dengan candaannya aku hanya
mengambil hal yang positif dari mereka memang mereka balance dengan
kenakalnnya, di ips aku menjadi murid yang bisa dibilang unggul kata guru-guru
ku mungkin ini maksud dari pak wayan lambat laun aku bisa mengubah judge kelas
ips yang biasa dikenal sebagai kelas anak nakal menjadi kelas terbersih
sebenarnya bukan aku yang mengubah judge itu tapi mereka semua yang kompak dan
saling bekerja sama J
Psikologi
itu merupakan hal yang ingin aku pelajari lebih dalam dari kehidupan ini dengan
itu aku menjadi lebih mudah mengenali orang-orang disekitarku tanpa perlu
pendekatan secara emosional dan lama ,saat mengenal karakter orang kita merasa
puas tentu saja bukan karena karakter negatif nya tapi positif nya juga, lambat
laun aku mulai terbiasa dengan kelas ips dan aku tau aku sendiri pun sudah
termasuk kedalam kelas yang bernama Solid (social eleven kids).
Tak
kuduga cita-cita ku ditentang oleh papah , dalam candaan di tengah-tengah ruang
tamu “putri mah nanti mau jadi psikolog yaaa, jadi kerjanya bukan jagain barang
orang haha” kata ku sambil tertawa mengejek kakak ku yang bekerja sebagai spg,
“yang penting halal lagian kalau saja tidak ada spg kayak kita gini mana ada
yang namanya pemasaran” kata ka maya, “iyah benar, lagian psikolog ngapain
kerja ngurusin orang gila haha apalagi nanti kalau kuliah tinggi-tinggi tapi
ngurusin orang gila” ka indri menyahut seluruh keluarga pun tertawa diruangan
itu. “psikolog itu kan bukan ngurusin orang gila, tapi membantu mencari solusi
kepada seseorang yang mempunyai masalah kita juga dibayar” sahut ku dengan nada
yang sedikit emosi. “tidak, putri kalau mau papah kuliahin masuk fakultas
ekonomi tidak ada kata psikolog” kata-kata papah membuat ku terkejut aku pikir
aku tidak akan dikuliahkan tapi bukan hanya itu aku tidak boleh mengambil
psikologi ooh tuhan. Aku terdiam dan masuk ke kamar memikirkan lebih dalam
maksud dari kata papah ku, apa mungkin cita-cita ku harus berhenti sampai
disini. “put” ka maya memanggil ku “iyah”, “mikirin kata-kata papah? Ikutin aja
papah tau apa yang terbaik’’ katanya menasihati , “iyah lagian nanti kalau ada
rezeki juga putri mau kuliah S2 jurusan psikologi pakai uang putri
sendiri,doain aja yah” kata ku sambil tersenyum agar situasi menjadi tidak
canggung. “yasudah, bagus kalau begitu amiin”
Di kelas 12 nama Solid berganti menjadi Pasopati (pasukan
pecinta bu ety) bu ety adalah wali kelas ku sejak kelas 11 guru yang baik yang
sangat memperhatikan anak didiknya , semenjak saat papah ku menyuruh ku untuk
kuliah di fakultas ekonomi aku mulai serius dengan mata pelajaran ekonomi dan
akuntansi, Alhamdulillah guru-guru yang baik hati ini selalu mengajarkan ku
dengan senang hati walaupun perlu berulang-ulang menjelaskan. Nilai-nilai ujian
ku pun bisa dibilang bagus dibandingkan yang lain, aku mulai menyukai
pelajaran-pelajaran ini.
SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan
Tinggi Negri) setiap tahun perguruan tinggi di Indonesia menagadakan seleksi
untuk anak yang berprestasi, ada kira-kira 15 anak kelas ipa yang mengikutinya,
saat didepan kelas “put, kata pak dedi lo disuruh ikut snmptn aja nilai rapot
lo kosistent kan dari kelas 1 ? bilangin anak kelas lo yah yang berminat ikut”
kata iffat teman ku sewaktu kelas 10.1 sekarang ia pun masuk ipa. “iyaa, fat
okedeh makasi yah udah dikasih tau nanti kabarin cara daftarnya” sahut ku, “iya
say nanti kita smsan yah”. Dikelas ku hanya kurang dari 10 orang yang mendaftar
kan snmptn , aku sendiri mendaftar di Universitas Islam Negri (UIN) dan
Universitas Padjajaran Bandung tentunya mengambil fakultas ekonomi perbankan.
Ujian Nasional tinggal beberapa minggu lagi Try Out (TO)
mulai sering dilaksanakan agar siswa menjadi terbiasa membahas dan mengerjakan
soal-soal yang akan di uji salah satu try out yang dilaksanakan disekolah ku
adalah dari Universitas Gunadarma. Saat itu aku mengerjakannya dengan
sungguh-sungguh karena kata guru-guru ku universitas gunadarma setiap tahun
memberikan beasiswa untuk sebagian siswa yang mendapatkan nilai tinggi.
Hari ini UN dilaksanakan sampai tiga hari kedepan, aku merasa
takut tapi aku terus meyakini hati ini agar tetap selalu optimis dan aku pasti
bisa. Setelah ujian nasional selesai aku hanya dirumah saja menunggu pengumuman
kelulusan tiba , dan hari kelulusan itu pun tiba pagi yang paling menegangkan
menurutku karena pemberitaan di televisi yang memberitakan tentang kekacauan
pendistribusian disebagian wilayah Indonesia selain itu kualitas kertas jawaban
un yang kurang bagus (tipis) membuat ku semakin takut mendengar pengumuman.
Semua
siswa muhammadiyah angkatan ku berkumpul di masjid nurussyamsi dan seorang laki-laki
berusia 40 tahunan itu pun datang “assalamuallaikum anak-anak” dia wakil kepala
sekolah ku pak dedi yang akrab dengan siswa-siswinya . kami pun serentak
menjawab salamnya suasana hening salah satu teman ku bertanya “pak, bagaimana
hasilnya kita lulus semua kan?” , “sebenarnya ada 2 orang yang nilainya tidak
cukup untuk bisa dikatakan lulus” jawabnya. Kami semua tertunduk tak ada yang
tau bahwa ada yang tidak lulus . dalam hati ku apakah aku termasuk kedalam 2
anak itu bagaimana ini apa aku kuat menerima kenyataan jika aku tidak lulus .
“SMA MUHAMMADIYAH 1 PANMAS LULUS 100%” terdengar suara lantang yang keras
didalam ruangan masjid, aku pun kaget ternyata itu semua hanya bercandaaan ohh
Alhamdulillah ya allah ternyata aku lulus bersama semua teman-teman ku bahagia
sekali rasanya.
Pagi itu selesai mencuci baju aku melihat handphone ku
yang berbunyi nada sms nomer tak dikenal mengirimkan ku sms dengan isi bahwa
aku mendapat beasiswa di universitas gunadarma jurusan S1 Manajemen “mah, ada
yang ngirim sms ke putri katanya putri diterima di universitas gunadarma dan
disuruh dating ke kampus D, beneran ngga yah mah?” “beneran mungkin tapi
pengumuman snmptn itu udah tau belum?”, “belum mah tgl 29 baru tau tapi putri
disuruh ke gundar tanggal 3 gimana?”, “yaudah datang saja yang ke gundar buat
cadangan kalau nanti di negri tidak keterima”, “yaudah iyadeh” .
Pengumuman
snmptn yang dulu aku mendaftarnya secara online kini sudah ada hasilnya pukul
17.00 wib aku mengeceknya untuk mengetahui hasil ohh tidak saat aku baca
ternyata tidak lolos. “gimana put hasilnya ?” kata mamah ku yang sedang
memperhatikan ku didepan laptop . “ngga lolos mah ,gimana nih?”, “belum rezeki
berarti put ,yaudah tidak apa-apa lagian di uin itu jauh, kalau di gunadarma kan dekat disana saja” ,
“hmm, iya mah”.
Persyaratan
untuk kuliah di universitas gunadarma telah aku siapkan dan saat ini aku telah
masuk di universitas swasta yang terkenal ini. Sebelum masuk untuk memulai
perkuliahan aku mengikuti ospek yang diadakan di kampus H walaupun diadakan
ospek hanya 1 hari tapi membuat ku merasa senang dan lelah ,pagi itu aku
diantar oleh papah ku sampai depan gerbang, tak ada yang aku kenal satupun saat
sampai disana tapi aku harus memberanikan diri walaupun merasa canggung. Kakak-kakak
senior yang mengagumkan menurutku karena bisa mengkordinir ratusan mahasiswa
baru aku jadi ingin mengikuti BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) itu juga kalau
tidak salah.
Seminggu
kemudian perkuliahan dimulai aku masuk di kelas 1EA07 semua teman-teman baru
dari lain sekolah berkumpul dikelas ini.aku mempunya banyak teman baru walaupun
belum sepenuhnya dekat salah satunya arfina biasanya aku memanggilnya finna dia
teman baru yang menyenangkan aku hampir setiap hari pergi bersama ke kampus
dengannya. Aku berharap semua berjalan dengan baik dan apa yang telah aku
usahakan tidak sia-sia walaupun cita-citaku menjadi psikolog tertunda, tapi
membuat orang tua ku bangga dan senang itu lebih penting untuk ku. Semoga Allah
memberikan aku kemudahan untuk menjalani ini semua. Amiin ya rabbal’allamin. JJJ
Tidak ada komentar:
Posting Komentar