Jumat, 04 November 2016
Minggu, 02 Oktober 2016
Minggu, 24 April 2016
Perbedaan Karangan Ilmiah dan Karangan Non Ilmiah
Putri komala
desi
17213016
3EA09
TUGAS
B.INDONESIA 2 (SOFTSKILL)
1. Karangan
ilmiah
Karangan ilmiah adalah biasa disebut karya ilmiah, yakni laporan tertulis dan diterbitkan yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.
Ada berbagai jenis karya ilmiah, antara lain laporan penelitian, makalah seminar atau simposium, dan artikel jurnal yang pada dasarnya kesemuanya itu merupakan produk dari kegiatan ilmuwan. Data, simpulan, dan informasi lain yang terkandung dalam karya ilmiah tersebut dijadikan acuan bagi ilmuwan lain dalam melaksanakan penelitian atau pengkajian selanjutnya.
Tujuan karya ilmiah, antara lain:
Karangan ilmiah adalah biasa disebut karya ilmiah, yakni laporan tertulis dan diterbitkan yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.
Ada berbagai jenis karya ilmiah, antara lain laporan penelitian, makalah seminar atau simposium, dan artikel jurnal yang pada dasarnya kesemuanya itu merupakan produk dari kegiatan ilmuwan. Data, simpulan, dan informasi lain yang terkandung dalam karya ilmiah tersebut dijadikan acuan bagi ilmuwan lain dalam melaksanakan penelitian atau pengkajian selanjutnya.
Tujuan karya ilmiah, antara lain:
- Sebagai wahana melatih
mengungkapkan pemikiran atau hasil penelitiannya dalam bentuk tulisan
ilmiah yang sistematis dan metodologis.
- Menumbuhkan etos ilmiah di
kalangan mahasiswa, sehingga tidak hanya menjadi konsumen ilmu pengetahuan,
tetapi juga mampu menjadi penghasil (produsen) pemikiran dan karya tulis
dalam bidang ilmu pengetahuan, terutama setelah penyelesaian studinya.
- Karya ilmiah yang telah ditulis
itu diharapkan menjadi wahana transformasi pengetahuan antara sekolah
dengan masyarakat, atau orang-orang yang berminat membacanya.
- Membuktikan potensi dan wawasan
ilmiah yang dimiliki mahasiswa dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah
dalam bentuk karya ilmiah setelah yang bersangkutan memperoleh pengetahuan
dan pendidikan dari jurusannya.
- Melatih keterampilan dasar
untuk melakukan penelitian.
Manfaat penyusunan karya ilmiah bagi penulis adalah berikut:
- Melatih untuk mengembangkan
keterampilan membaca yang efektif;
- Melatih untuk menggabungkan
hasil bacaan dari berbagai sumber;
- Mengenalkan dengan kegiatan
kepustakaan;
- Meningkatkan pengorganisasian
fakta/data secara jelas dan sistematis;
- Memperoleh kepuasan
intelektual;
- Memperluas cakrawala ilmu
pengetahuan;
- Sebagai bahan acuan/penelitian
pendahuluan untuk penelitian selanjutnya
2. Karangan Non Ilmiah
Karya non-ilmiah adalah karangan yang menyajikan fakta pribadi tentang pengetahuan dan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari, bersifat subyektif, tidak didukung fakta umum, dan biasanya menggunakan gaya bahasa yang popular atau biasa digunakan (tidak terlalu formal).
Ciri-ciri karya tulis non-ilmiah, yaitu:
- Ditulis berdasarkan fakta
pribadi,
- Fakta yang disimpulkan
subyektif,
- Gaya bahasa konotatif dan
populer,
- Tidak memuat hipotesis,
- Penyajian dibarengi dengan
sejarah,
- Bersifat imajinatif,
- Situasi didramatisir,
- Bersifat persuasif.
- Tanpa dukungan bukti
Jenis-jenis
yang termasuk karya non-ilmiah, yaitu:
- Dongeng
- Cerpen
- Novel
- Drama
- Roman
Perbedaan
Karya Ilmiah dengan Nonilmiah
Istilah karya ilmiah dan nonilmiah merupakan istilah yang sudah sangat lazim diketahui orang dalam dunia tulis-menulis. Berkaitan dengan istilah ini, ada juga sebagian ahli bahasa menyebutkan karya fiksi dan nonfiksi. Terlepas dari bervariasinya penamaan tersebut, hal yang sangat penting untuk diketahui adalah baik karya ilmiah maupun nonilmiah/fiksi dan nonfiksi atau apa pun namanya, kedua-keduanya memiliki perbedaan yang signifikan. Perbedaan-perbedaan yang dimaksud dapat dicermati dari beberapa aspek.
- Karya
ilmiah harus merupakan pembahasan suatu hasil penelitian (faktual
objektif). Faktual objektif adalah adanya kesesuaian antara fakta dan
objek yang diteliti. Kesesuaian ini harus dibuktikan dengan pengamatan
atau observasi.
- Karya
ilmiah bersifat metodis dan sistematis. Artinya, dalam pembahasan masalah
digunakan metode atau cara-cara tertentu dengan langkah-langkah yang
teratur dan terkontrol melalui proses pengidentifikasian masalah dan
penentuan strategi.
- Dalam
pembahasannya, tulisan ilmiah menggunakan ragam bahasa ilmiah. Dengan kata
lain, ia ditulis dengan menggunakan kode etik penulisan karya ilmiah.
Perbedaan-perbedaan inilah yang dijadikan dasar para ahli bahasa dalam
melakukan pengklasifikasian.
Sumber :
Jumat, 25 Maret 2016
softskill b.indonesia tugas minggu ke 4
PUTRI
KOMALA DESI
17213016
3EA09
ARTIKEL
1 : KRONOLOGI JATUHNYA MOBIL HONDA JAZZ
Menurut keterangan teman korban(UMUM), Asep Nurhidayat, saat itu dia dan 3 orang teman lainnya datang ke Depok Town Square sekitar pukul 22.30 WIB (KHUSUS) untuk berkaraoke di tempat Karaoke Venus kamar 38 (KHUSUS). Mereka sempat meminum bir putih 1 pitcher(KHUSUS). Kemudian sekitar pukul 02.00 WIB, dia beserta 3 orang temannya hendak pulang menggunakan 2 mobil (KHUSUS). Asep beserta temannya berpisah di parkiran P6 lantai 3(KHUSUS).
17213016
3EA09
SOFTSKILL B.INDONESIA
DEDUKTIF MG.4
Sebuah mobil Honda
Jazz terjun dari
lantai 5 pusat perbelanjaan (UMUM). Menurut Kapolres Depok Kombes Dwiyono, 2
orang tewas dalam peristiwa nahas tersebut (KHUSUS). Kedua korban adalah Moh Ubayidillah
(27) dan Dessy Khanti Hastuti (22) (KHUSUS).
Menurut keterangan teman korban(UMUM), Asep Nurhidayat, saat itu dia dan 3 orang teman lainnya datang ke Depok Town Square sekitar pukul 22.30 WIB (KHUSUS) untuk berkaraoke di tempat Karaoke Venus kamar 38 (KHUSUS). Mereka sempat meminum bir putih 1 pitcher(KHUSUS). Kemudian sekitar pukul 02.00 WIB, dia beserta 3 orang temannya hendak pulang menggunakan 2 mobil (KHUSUS). Asep beserta temannya berpisah di parkiran P6 lantai 3(KHUSUS).
Dwiyono
mengatakan, dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) (UMUM), mobil
tersebut terjun dari area parkir P5 ke P1 dengan ketinggian sekitar 9,8 meter(KHUSUS).
Pada saat peristiwa terjadi, Ubayidillah, Dessy dan 2 rekan lainnya dalam
pengaruh alkohol (KHUSUS).
Adapun barang
bukti(UMUM) berupa
2 buah dompet beserta KTP korban(KHUSUS), 1 buah kondom bekas pakai(KHUSUS),
dan 1 unit mobil Honda Jazz diamankan(KHUSUS).
REFERENSI : http://news.liputan6.com/read/2449254/kronologi-jatuhnya-honda-jazz-di-depok-town-square
ARTIKEL 2 : BANJIR DI BANDUNG
Banjir terjadi di Kabupaten Bandung
(UMUM) diperkirakan terjadi akibat adanya gerhana matahari pada 9 Maret lalu
(KHUSUS). Sebab setelah gerhana, hujan deras melanda sejumlah wilayah (KHUSUS)."Curah
hujannya bisa dilihat (lebih deras) sejak gerhana. Jadi saya punya patokan ke
sana," kata Kepala BPBD Jawa Barat Haryadi Wargadibrata di Gedung Sate,
Kota Bandung, Senin (14/3/2016) (KHUSUS).
Banjir tak dapat dicegah. Bahkan banjir kali ini sulit diprediksi (UMUM). Setelah
gerhana, menurutnya, ada perubahan dalam gravitasi (KHUSUS). Selain itu, curah
hujan juga semakin tinggi (KHUSUS).
Haryadi mengatakan, Saat ini
menurutnya penanganan fokus dilakukan BPBD dan berbagai pihak lainnya (UMUM).
Penanganan diupayakan agar jangan sampai ada lagi korban jiwa (KHUSUS). Dapur
umum pun sudah didirikan di berbagai titik (KHUSUS). Di sisi lain, penyaluran
logistik pun disalurkan ke pengungsian dan rumah warga yang memilih bertahan
meski banjir melanda(KHUSUS).
softskill b.indonesia tugas minggu ke 3
PUTRI
KOMALA DESI
17213016
3EA09
17213016
3EA09
SOFTSKILL B.INDONESIA
INDUKTIF MG.3
ARTIKEL 1 : BUPATI NARKOBA
Presiden Joko Widodo turut menyoroti tertangkapnya Bupati Ogan Ilir, Ahmad Wazir
Nofiadi Mawardi, oleh aparat Badan Narkotika Nasional (BNN)(KHUSUS).
Ia diduga terlibat penyalahgunaan narkotika
jenis sabu (KHUSUS). "Presiden
bilang sangat prihatin akan kejadian itu," ujar Staf Khusus Bidang
Komunikasi Presiden Johan Budi SP di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta,
Senin (14/3/2016) malam (KHUSUS). Menurut Presiden,
peristiwa itu menjadi salah satu bukti bahwa narkoba sudah merasuk ke seluruh
sendi negara(UMUM)
Mulai dari pelajar (KHUSUS) hingga pejabat(KHUSUS). Oleh
karena itu, Jokowi mengapresiasi kerja BNN yang disebut sudah mengintai Nofiadi
sejak tiga bulan lalu(KHUSUS). Pemerintahan
Jokowi-Jusuf Kalla telah mengikrarkan perang terhadap narkoba(UMUM).
"Sesuai Pasal 78 ayat 2 huruf f Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, dia (Noviadi) harus diberhentikan," ujar Johan (KHUSUS). Presiden, lanjut Johan, memerintahkan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo memberikan sanksi (KHUSUS) dan segera menyelesaikan kevakuman kepemimpinan di Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir (KHUSUS) setelah ditangkapnya Nofiadi(UMUM).
"Sesuai Pasal 78 ayat 2 huruf f Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, dia (Noviadi) harus diberhentikan," ujar Johan (KHUSUS). Presiden, lanjut Johan, memerintahkan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo memberikan sanksi (KHUSUS) dan segera menyelesaikan kevakuman kepemimpinan di Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir (KHUSUS) setelah ditangkapnya Nofiadi(UMUM).
ARTIKEL 2 : DEMO SOPIR TAKSI DI JAKARTA
Ribuan sopir taksi di
Jakarta pada Selasa pagi ini menggelar demo (KHUSUS). Aksi untuk menolak
keberadaan kendaraan umum berbasis aplikasi (KHUSUS) ini ternyata menarik
perhatian dunia (UMUM).
"Ribuan sopir taksi
Indonesia berkumpul di Ibukota Jakarta (KHUSUS). Protes terhadap aplikasi
transportasi online itu membuat macet (KHUSUS). Mereka menilai transportasi
seperti Uber dan Grab membuat gaji mereka berkurang (KHUSUS)," lapor
media Inggris BBC yang dikutip Selasa (22/3/2016) (UMUM).
Tak hanya sopir taksi (KHUSUS)
yang demonstrasi menolak angkutan umum berpelat hitam, demo kali ini juga
diikuti oleh sejumlah sopir bajaj (KHUSUS). Sopir angkutan kota Koperasi
Wahana Kalpika (KHUSUS) juga meluapkan aspirasinya tentang hal tersebut (UMUM).
Sebanyak 5.000 sopir angkot
berdemo di depan Balai Kota Jakarta (KHUSUS). Mereka memarkirkan kendaraannya
di Monumen Nasional (KHUSUS). Alhasil, Monas memerah pagi ini (UMUM).
softskill b.indonesia tugas minggu ke 2
Putri komala Desi
17213016
3EA09
SOFTSKILL B.INDONESIA
TUGAS 1 : ARTIKEL TENTANG LGBT
Masuknya
nilai-nilai universal, demokratisasi dan HAM yang semula terkungkung di bawah
rezim orde baru, membuat kaum LGBT yang sebelumnya dipinggirkan dalam pergaulan
sosial mendapatkan ruang untuk menyuarakkan aspirasi mereka. Keterbukaan itu
tidak hanya memberi ruang masuknya nilai-nilai universal yang mampu membangun
Indonesia lebih baik. Tidak sedikit nilai-nilai tersebut justru tidak sesuai
dengan nilai atau norma baik agama maupun sosial yang terkandung di Indonesia,
bahkan lebih ekstrim lagi nilai universal tersebut mampu menggerus budaya dan
kearifan lokal.
Untuk
menghadapi tantangan global tersebut, Indonesia tentunya harus mampu menjaring
nilai tersebut dengan sangat bijaksana. Pancasila sebagai dasar negara telah
memberikan jawaban untuk tantangan tersebut. Sebagai ideologi yang terbuka,
Pancasila terbuka dengan nilai-nilai baru dan mampu mengikuti perkembangan
zaman namun tetap memilah dan memilih nilai-nilai yang sesuai dengan identitas
bangsa Indonesia. Nilai yang masuk dan bisa diterima Indonesia mestinya sesuai
dengan nilai dan norma yang ada di Indonesia.
Bukankah
tindakan yang bijak ketika kita menjunjung tinggi nilai HAH demi mendapatkan
tempat di dalam dunia modern dengan mengorbankan rusaknya moral masyarakat.
Apalagi agenda LGBT sebagai cerminan dari nilai HAM.
Jadi,
dalam menanggapi isu LGBT yang tengah marak diperbincangkan di dunia saat ini,
Indonesia perlu mengkaji ulang nilai kebebasan tersebut apakah sejalan dengan
nilai dan norma yang terkandung di masyarakat dan akibat yang akan
ditimbulkannya. Namun walaupun secara umum masyarakat Indonesia menilai LGBT
merupakan tindakan yang tidak bermoral, hal tersebut tidak bisa dijadikan
alasan untuk malakukan tindakan diskriminasi terhadap mereka.
Analisis
Penalaran :
1.
Deduktif
Masuknya
nilai-nilai universal, demokratisasi dan HAM yang semula terkungkung di bawah
rezim orde baru, membuat kaum LGBT yang sebelumnya dipinggirkan dalam pergaulan
sosial mendapatkan ruang untuk menyuarakkan aspirasi mereka (UMUM). Keterbukaan
itu tidak hanya memberi ruang masuknya nilai-nilai universal yang mampu
membangun Indonesia lebih baik (KHUSUS). Tidak sedikit nilai-nilai tersebut
justru tidak sesuai dengan nilai atau norma baik agama maupun sosial yang
terkandung di Indonesia (KHUSUS), bahkan lebih ekstrim lagi nilai universal
tersebut mampu menggerus budaya dan kearifan lokal (KHUSUS).
2.
Induktif
Indonesia
tentunya harus mampu menjaring nilai tersebut dengan sangat bijaksana (KHUSUS).
Pancasila sebagai dasar negara telah memberikan jawaban untuk tantangan
tersebut(KHUSUS). Sebagai ideologi yang terbuka, Pancasila terbuka dengan
nilai-nilai baru dan mampu mengikuti perkembangan zaman namun tetap memilah dan
memilih nilai-nilai yang sesuai dengan identitas bangsa Indonseia (KHUSUS).
Nilai yang masuk dan bisa diterima Indonesia mestinya sesuai dengan nilai dan
norma yang ada di Indonesia (UMUM).
Analisis
Proposisi :
1. Masuknya
nilai-nilai universal, demokratisasi dan HAM yang semula terkungkung di bawah
rezim orde baru, membuat kaum LGBT yang sebelumnya dipinggirkan dalam pergaulan
sosial mendapatkan ruang untuk menyuarakkan aspirasi mereka.
2. Sebagai
ideologi yang terbuka, Pancasila terbuka dengan nilai-nilai baru dan mampu
mengikuti perkembangan zaman namun tetap memilah dan memilih nilai-nilai yang
sesuai dengan identitas bangsa Indonesia.
3. Bukankah
tindakan yang bijak ketika kita menjunjung tinggi nilai HAH demi mendapatkan
tempat di dalam dunia modern dengan mengorbankan rusaknya moral masyarakat.
Kedua kalimat pertama
dapat dibuktikan kebenarannya. Sedangkan kalimat terakhir tidak dapat
dibuktikan kebenarannya karena tidak sesuai dengan fakta.
Analisis
Implikasi :
1. Jika pengaruh
LGBT yang tidak
sesuai dengan nilai atau norma baik agama maupun sosial yang terkandung di Indonesia dibiarkan saja maka dapat mengakibatkan
tergerusnya budaya dan kearifan lokal masyarakat.
2. Pengaruh LGBT
yang tidak
sesuai dengan nilai atau norma baik agama maupun sosial yang terkandung di Indonesia dapat mengakibatkan tergerusnya budaya dan kearifan
lokal masyarakat.
3. Budaya dan
kearifan lokal masyarakat dapat tergerus jika pengaruh LGBT yang tidak sesuai
dengan nilai dan norma baik agama maupun sosial yang terkandung di indonesia di
biarkan saja.
Analisis
Inferensi :
1.
Pancasila sebagai dasar negaradan ideologi yang terbuka dengan
nilai-nilai baru dan mampu mengikuti perkembangan zaman namun tetap memilah dan
memilih nilai-nilai yang sesuai dengan identitas bangsa Indonesia
2.
Nilai yang masuk dan bisa diterima Indonesia mestinya sesuai
dengan nilai dan norma yang ada di Indonesia
3. LGBT yang sebelumnya dipinggirkan dalam pergaulan sosial
mendapatkan ruang untuk menyuarakkan aspirasi mereka
4. Indonesia perlu mengkaji ulang nilai kebebasan tersebut apakah
sejalan dengan nilai dan norma yang terkandung di masyarakat dan akibat yang
akan ditimbulkannya
5. Oleh karena itu, Pengaruh LGBT yang tidak sesuai dengan nilai
dan norma yang ada di Indonesia perlu dikaji ulang karena nilai yang masuk dan
diterima di Indonesia mestinya sesuai dengan nilai dan norma yang ada di
Indonesia meskipun begitu masyarakat tidak bisa menjadikan itu alasan untuk
malakukan tindakan diskriminasi terhadap mereka karena bagaimanapun Pancasila
sebagai dasar negara dan ideologi yang terbuka dengan nilai-nilai baru dan
mampu mengikuti perkembangan zaman namun tetap memilah dan memilih nilai-nilai
yang sesuai dengan identitas bangsa Indonesia.
Langganan:
Postingan (Atom)