KELAS
2EA09
KELOMPOK 9 :
1. OKTIALDI RIZKIANTO (16213774)
2. PUTRI KOMALA DESI (17213016)
3. PUTRI NOVIAWATI (17213029)
4. RENO AJIE TRI WIBOWO (17213414)
KELOMPOK 9 :
1. OKTIALDI RIZKIANTO (16213774)
2. PUTRI KOMALA DESI (17213016)
3. PUTRI NOVIAWATI (17213029)
4. RENO AJIE TRI WIBOWO (17213414)
UNIVERSITAS
GUNADARMA
FAKULTAS
EKONOMI
BAB
9
Evaluasi Keberhasilan Koperasi Dilihat Dari Sisi Anggota
Koperasi seperti badan
usaha lainnya memiliki keleluasaan gerak dalam menjalankan usaha selama tidak
menyalahi ketentuan perundang-undangan dan idiologi normatif yang ada. Usaha
merupakan proses rasional yang akhirnya bermuara pada penciptaan keuntungan (profit),
akumulasi keuntungan tersebut digunakan untuk melayani kebutuhan anggota.
Dengan demikian, usaha koperasi dapat dilaksanakan selama memperhatikan dua hal
pokok, yakni:
-
Usaha yang dijalankan selaras dengan kebutuhan anggota dan sejauh mungkin
mengandung unsur pemberdayaan (empowering) bagi usaha anggota.
-
Keuntungan usaha dialokasikan untuk anggota selaras dengan jasa yang diberikan
anggota pada usaha koperasi.
Tujuan suatu koperasi
adalah untuk menunjang usaha atau meningkatkan daya beli anggota khususnya dan
masyarakat umumnya, karena itu yang menjadi ukuran keberhasilan koperasi bukan
ditentukan besar SHU atau laba yang besar melainkan diukur dari banyaknya
anggota atau masyarakat yang memperoleh pelayanan dari koperasi. Keberhasilan
koperasi dilihat dari melalui efisiensi pengelolaan usaha, efisiensi
pembangunan, dan manfaat yang diperoleh anggota.
1.1 Efek-efek Ekonomis Koperasi
Salah
satu hubungan penting yang harus dilakukan koperasi adalah dengan
para anggotanya,yang kedudukannya sebagai pemilik sekaligus pengguna
jasa koperasi. Motivasi ekonomi anggota sebagai pemilik akan mempersoalkan
dana (simpanan-simpanan) yang telah di serahkannya, apakah menguntungkan atau
tidak. Sedangkan anggota sebagai pengguna akan mempersoalkan
kontinuitas pengadaan kebutuhan barang-jasa, menguntungkan tidaknya
pelayanan koperasi dibandingkan penjual / pembeli di luar koperasi.
Pada dasarnya setiap
anggota akan berpartisipasi dalam kegiatan pelayanan perusahaan koperasi :
1. Jika kegiatan tersebut sesuai dengan kebutuhannya
2. Jika pelayanan itu di tawarkan dengan harga, mutu atau syarat-syarat yang lebih menguntungkan di banding yang di perolehnya dari pihak-pihak lain di luar koperasi.
1. Jika kegiatan tersebut sesuai dengan kebutuhannya
2. Jika pelayanan itu di tawarkan dengan harga, mutu atau syarat-syarat yang lebih menguntungkan di banding yang di perolehnya dari pihak-pihak lain di luar koperasi.
1.2 Efek Harga dan Efek Biaya
Partisipasi
anggota menentukan keberhasilan koperasi. Sedangkan tingkat partisipasi
anggota dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya : Besarnya nilai
manfaat pelayanan koperasi secara utilitarian maupun normatif. Motivasi
utilitarian sejalan dengan kemanfaatan ekonomis. Kemanfaatan ekonomis yang
di maksud adalah insentif berupa pelayanan barang-jasa oleh perusahaan
koperasi yang efisien, atau adanya pengurangan biaya dan atau di perolehnya
harga menguntungkan serta penerimaan bagian dari keuntungan (SHU)
baik secara tunai maupun dalam bentuk barang. Bila dilihat dari peranan
anggota dalam koperasi yang begitu dominan, maka setiap harga yang
ditetapkan koperasi harus di bedakan antara harga untuk anggota dengan harga
untuk non anggota. Perbedaan ini mengharuskan daya analisis yang lebih tajam
dalam melihat peranan koperasi dalam pasar yang bersaing.
1.3 Analisis Hubungan Efek Ekonomis dengan
keberhasilan Koperasi
Dalam
badan usaha koperasi, laba (profit) bukanlah satu-satunya yang di kejar oleh
manajemen, melainkan juga aspek pelayanan (benefit oriented). Di tinjau dari konsep
koperasi, fungsi laba bagi koperasi tergantung pada besar kecilnya
partisipasi ataupun transaksi anggota dengan koperasinya. Semakin tinggi
partisipasi anggota, maka idealnya semakin tinggi manfaat yang di terima oleh
anggota. Keberhasilan koperasi di tentukan oleh salah satu faktornya
adalah partisipasi anggota dan partispasi anggota sangat berhubungan erat
dengan efek ekonomis koperasi yaitu manfaat yang didapat oleh anggota
tersebut.
1.4 Penyajian Dan Analisis Neraca Pelayanan
Di sebabkan oleh perubahan kebutuhan dari para
anggota dan perubahan lingkungan koperasi, terutama tantangan-tantangan
kompetitif, pelayanan koperasi terhadap anggota harus secara kontinudi
sesuaikan. Ada dua faktor utama yang mengharuskan koperasi meningkatkan
pelayanan kepada anggotanya:
1. Adanya tekanan persaingan dari organisasi
lain (terutama organisasi non koperasi).
2. Perubahan kebutuhan manusia sebagai akibat perubahan waktu dan peradaban. Perubahan kebutuhan ini akan menentukan pola kebutuhan anggota dalam mengkonsumsi produk-produk yang di tawarkan oleh koperasi.
2. Perubahan kebutuhan manusia sebagai akibat perubahan waktu dan peradaban. Perubahan kebutuhan ini akan menentukan pola kebutuhan anggota dalam mengkonsumsi produk-produk yang di tawarkan oleh koperasi.
Bila koperasi mampu
memberikan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan anggota yang lebih besar dari
pada pesaingnya, maka tingkat partisipasi anggota terhadap koperasinya akan
meningkat.Untuk meningkatkan pelayanan, koperasi memerlukan informasi-informasi
yang dating terutama dari anggota koperasi. Salah satu hubungan penting
yang harus dilakukan koperasi adalah dengan para anggotanya, yang kedudukannya
sebagi pemilik sekaligus pengguna jasa koperasi.
DAFTAR
PUSTAKA
Evaluasi Keberhasilan Koperasi Dilihat
Dari Sisi Anggota.pdf
Tidak ada komentar:
Posting Komentar