Halaman

Jumat, 25 Maret 2016

softskill b.indonesia tugas minggu ke 2

Putri komala Desi
17213016
3EA09

SOFTSKILL B.INDONESIA
TUGAS 1 : ARTIKEL TENTANG LGBT

Masuknya nilai-nilai universal, demokratisasi dan HAM yang semula terkungkung di bawah rezim orde baru, membuat kaum LGBT yang sebelumnya dipinggirkan dalam pergaulan sosial mendapatkan ruang untuk menyuarakkan aspirasi mereka. Keterbukaan itu tidak hanya memberi ruang masuknya nilai-nilai universal yang mampu membangun Indonesia lebih baik. Tidak sedikit nilai-nilai tersebut justru tidak sesuai dengan nilai atau norma baik agama maupun sosial yang terkandung di Indonesia, bahkan lebih ekstrim lagi nilai universal tersebut mampu menggerus budaya dan kearifan lokal.
Untuk menghadapi tantangan global tersebut, Indonesia tentunya harus mampu menjaring nilai tersebut dengan sangat bijaksana. Pancasila sebagai dasar negara telah memberikan jawaban untuk tantangan tersebut. Sebagai ideologi yang terbuka, Pancasila terbuka dengan nilai-nilai baru dan mampu mengikuti perkembangan zaman namun tetap memilah dan memilih nilai-nilai yang sesuai dengan identitas bangsa Indonesia. Nilai yang masuk dan bisa diterima Indonesia mestinya sesuai dengan nilai dan norma yang ada di Indonesia.
Bukankah tindakan yang bijak ketika kita menjunjung tinggi nilai HAH demi mendapatkan tempat di dalam dunia modern dengan mengorbankan rusaknya moral masyarakat. Apalagi agenda LGBT sebagai cerminan dari nilai HAM.
Jadi, dalam menanggapi isu LGBT yang tengah marak diperbincangkan di dunia saat ini, Indonesia perlu mengkaji ulang nilai kebebasan tersebut apakah sejalan dengan nilai dan norma yang terkandung di masyarakat dan akibat yang akan ditimbulkannya. Namun walaupun secara umum masyarakat Indonesia menilai LGBT merupakan tindakan yang tidak bermoral, hal tersebut tidak bisa dijadikan alasan untuk malakukan tindakan diskriminasi terhadap mereka.

Analisis Penalaran :
1.      Deduktif
Masuknya nilai-nilai universal, demokratisasi dan HAM yang semula terkungkung di bawah rezim orde baru, membuat kaum LGBT yang sebelumnya dipinggirkan dalam pergaulan sosial mendapatkan ruang untuk menyuarakkan aspirasi mereka (UMUM). Keterbukaan itu tidak hanya memberi ruang masuknya nilai-nilai universal yang mampu membangun Indonesia lebih baik (KHUSUS). Tidak sedikit nilai-nilai tersebut justru tidak sesuai dengan nilai atau norma baik agama maupun sosial yang terkandung di Indonesia (KHUSUS), bahkan lebih ekstrim lagi nilai universal tersebut mampu menggerus budaya dan kearifan lokal (KHUSUS).

2.      Induktif
Indonesia tentunya harus mampu menjaring nilai tersebut dengan sangat bijaksana (KHUSUS). Pancasila sebagai dasar negara telah memberikan jawaban untuk tantangan tersebut(KHUSUS). Sebagai ideologi yang terbuka, Pancasila terbuka dengan nilai-nilai baru dan mampu mengikuti perkembangan zaman namun tetap memilah dan memilih nilai-nilai yang sesuai dengan identitas bangsa Indonseia (KHUSUS). Nilai yang masuk dan bisa diterima Indonesia mestinya sesuai dengan nilai dan norma yang ada di Indonesia (UMUM).

Analisis Proposisi :
1.      Masuknya nilai-nilai universal, demokratisasi dan HAM yang semula terkungkung di bawah rezim orde baru, membuat kaum LGBT yang sebelumnya dipinggirkan dalam pergaulan sosial mendapatkan ruang untuk menyuarakkan aspirasi mereka.
2.      Sebagai ideologi yang terbuka, Pancasila terbuka dengan nilai-nilai baru dan mampu mengikuti perkembangan zaman namun tetap memilah dan memilih nilai-nilai yang sesuai dengan identitas bangsa Indonesia.
3.      Bukankah tindakan yang bijak ketika kita menjunjung tinggi nilai HAH demi mendapatkan tempat di dalam dunia modern dengan mengorbankan rusaknya moral masyarakat.

Kedua kalimat pertama dapat dibuktikan kebenarannya. Sedangkan kalimat terakhir tidak dapat dibuktikan kebenarannya karena tidak sesuai dengan fakta.

Analisis Implikasi :

1.   Jika pengaruh LGBT yang tidak sesuai dengan nilai atau norma baik agama maupun sosial yang terkandung di Indonesia dibiarkan saja maka dapat mengakibatkan tergerusnya budaya dan kearifan lokal masyarakat.
2.    Pengaruh LGBT yang tidak sesuai dengan nilai atau norma baik agama maupun sosial yang terkandung di Indonesia dapat mengakibatkan tergerusnya budaya dan kearifan lokal masyarakat.
3.    Budaya dan kearifan lokal masyarakat dapat tergerus jika pengaruh LGBT yang tidak sesuai dengan nilai dan norma baik agama maupun sosial yang terkandung di indonesia di biarkan saja.

Analisis Inferensi :

1.    Pancasila sebagai dasar negaradan ideologi yang terbuka dengan nilai-nilai baru dan mampu mengikuti perkembangan zaman namun tetap memilah dan memilih nilai-nilai yang sesuai dengan identitas bangsa Indonesia
2.    Nilai yang masuk dan bisa diterima Indonesia mestinya sesuai dengan nilai dan norma yang ada di Indonesia
3.  LGBT yang sebelumnya dipinggirkan dalam pergaulan sosial mendapatkan ruang untuk menyuarakkan aspirasi mereka
4.  Indonesia perlu mengkaji ulang nilai kebebasan tersebut apakah sejalan dengan nilai dan norma yang terkandung di masyarakat dan akibat yang akan ditimbulkannya

5.  Oleh karena itu, Pengaruh LGBT yang tidak sesuai dengan nilai dan norma yang ada di Indonesia perlu dikaji ulang karena nilai yang masuk dan diterima di Indonesia mestinya sesuai dengan nilai dan norma yang ada di Indonesia meskipun begitu masyarakat tidak bisa menjadikan itu alasan untuk malakukan tindakan diskriminasi terhadap mereka karena bagaimanapun Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi yang terbuka dengan nilai-nilai baru dan mampu mengikuti perkembangan zaman namun tetap memilah dan memilih nilai-nilai yang sesuai dengan identitas bangsa Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar