Putri komala Desi
17213016
3EA09
SOFTSKILL B.INDONESIA
TUGAS 1 : ARTIKEL TENTANG LGBT
Masuknya
nilai-nilai universal, demokratisasi dan HAM yang semula terkungkung di bawah
rezim orde baru, membuat kaum LGBT yang sebelumnya dipinggirkan dalam pergaulan
sosial mendapatkan ruang untuk menyuarakkan aspirasi mereka. Keterbukaan itu
tidak hanya memberi ruang masuknya nilai-nilai universal yang mampu membangun
Indonesia lebih baik. Tidak sedikit nilai-nilai tersebut justru tidak sesuai
dengan nilai atau norma baik agama maupun sosial yang terkandung di Indonesia,
bahkan lebih ekstrim lagi nilai universal tersebut mampu menggerus budaya dan
kearifan lokal.
Untuk
menghadapi tantangan global tersebut, Indonesia tentunya harus mampu menjaring
nilai tersebut dengan sangat bijaksana. Pancasila sebagai dasar negara telah
memberikan jawaban untuk tantangan tersebut. Sebagai ideologi yang terbuka,
Pancasila terbuka dengan nilai-nilai baru dan mampu mengikuti perkembangan
zaman namun tetap memilah dan memilih nilai-nilai yang sesuai dengan identitas
bangsa Indonesia. Nilai yang masuk dan bisa diterima Indonesia mestinya sesuai
dengan nilai dan norma yang ada di Indonesia.
Bukankah
tindakan yang bijak ketika kita menjunjung tinggi nilai HAH demi mendapatkan
tempat di dalam dunia modern dengan mengorbankan rusaknya moral masyarakat.
Apalagi agenda LGBT sebagai cerminan dari nilai HAM.
Jadi,
dalam menanggapi isu LGBT yang tengah marak diperbincangkan di dunia saat ini,
Indonesia perlu mengkaji ulang nilai kebebasan tersebut apakah sejalan dengan
nilai dan norma yang terkandung di masyarakat dan akibat yang akan
ditimbulkannya. Namun walaupun secara umum masyarakat Indonesia menilai LGBT
merupakan tindakan yang tidak bermoral, hal tersebut tidak bisa dijadikan
alasan untuk malakukan tindakan diskriminasi terhadap mereka.
Analisis
Penalaran :
1.
Deduktif
Masuknya
nilai-nilai universal, demokratisasi dan HAM yang semula terkungkung di bawah
rezim orde baru, membuat kaum LGBT yang sebelumnya dipinggirkan dalam pergaulan
sosial mendapatkan ruang untuk menyuarakkan aspirasi mereka (UMUM). Keterbukaan
itu tidak hanya memberi ruang masuknya nilai-nilai universal yang mampu
membangun Indonesia lebih baik (KHUSUS). Tidak sedikit nilai-nilai tersebut
justru tidak sesuai dengan nilai atau norma baik agama maupun sosial yang
terkandung di Indonesia (KHUSUS), bahkan lebih ekstrim lagi nilai universal
tersebut mampu menggerus budaya dan kearifan lokal (KHUSUS).
2.
Induktif
Indonesia
tentunya harus mampu menjaring nilai tersebut dengan sangat bijaksana (KHUSUS).
Pancasila sebagai dasar negara telah memberikan jawaban untuk tantangan
tersebut(KHUSUS). Sebagai ideologi yang terbuka, Pancasila terbuka dengan
nilai-nilai baru dan mampu mengikuti perkembangan zaman namun tetap memilah dan
memilih nilai-nilai yang sesuai dengan identitas bangsa Indonseia (KHUSUS).
Nilai yang masuk dan bisa diterima Indonesia mestinya sesuai dengan nilai dan
norma yang ada di Indonesia (UMUM).
Analisis
Proposisi :
1. Masuknya
nilai-nilai universal, demokratisasi dan HAM yang semula terkungkung di bawah
rezim orde baru, membuat kaum LGBT yang sebelumnya dipinggirkan dalam pergaulan
sosial mendapatkan ruang untuk menyuarakkan aspirasi mereka.
2. Sebagai
ideologi yang terbuka, Pancasila terbuka dengan nilai-nilai baru dan mampu
mengikuti perkembangan zaman namun tetap memilah dan memilih nilai-nilai yang
sesuai dengan identitas bangsa Indonesia.
3. Bukankah
tindakan yang bijak ketika kita menjunjung tinggi nilai HAH demi mendapatkan
tempat di dalam dunia modern dengan mengorbankan rusaknya moral masyarakat.
Kedua kalimat pertama
dapat dibuktikan kebenarannya. Sedangkan kalimat terakhir tidak dapat
dibuktikan kebenarannya karena tidak sesuai dengan fakta.
Analisis
Implikasi :
1. Jika pengaruh
LGBT yang tidak
sesuai dengan nilai atau norma baik agama maupun sosial yang terkandung di Indonesia dibiarkan saja maka dapat mengakibatkan
tergerusnya budaya dan kearifan lokal masyarakat.
2. Pengaruh LGBT
yang tidak
sesuai dengan nilai atau norma baik agama maupun sosial yang terkandung di Indonesia dapat mengakibatkan tergerusnya budaya dan kearifan
lokal masyarakat.
3. Budaya dan
kearifan lokal masyarakat dapat tergerus jika pengaruh LGBT yang tidak sesuai
dengan nilai dan norma baik agama maupun sosial yang terkandung di indonesia di
biarkan saja.
Analisis
Inferensi :
1.
Pancasila sebagai dasar negaradan ideologi yang terbuka dengan
nilai-nilai baru dan mampu mengikuti perkembangan zaman namun tetap memilah dan
memilih nilai-nilai yang sesuai dengan identitas bangsa Indonesia
2.
Nilai yang masuk dan bisa diterima Indonesia mestinya sesuai
dengan nilai dan norma yang ada di Indonesia
3. LGBT yang sebelumnya dipinggirkan dalam pergaulan sosial
mendapatkan ruang untuk menyuarakkan aspirasi mereka
4. Indonesia perlu mengkaji ulang nilai kebebasan tersebut apakah
sejalan dengan nilai dan norma yang terkandung di masyarakat dan akibat yang
akan ditimbulkannya
5. Oleh karena itu, Pengaruh LGBT yang tidak sesuai dengan nilai
dan norma yang ada di Indonesia perlu dikaji ulang karena nilai yang masuk dan
diterima di Indonesia mestinya sesuai dengan nilai dan norma yang ada di
Indonesia meskipun begitu masyarakat tidak bisa menjadikan itu alasan untuk
malakukan tindakan diskriminasi terhadap mereka karena bagaimanapun Pancasila
sebagai dasar negara dan ideologi yang terbuka dengan nilai-nilai baru dan
mampu mengikuti perkembangan zaman namun tetap memilah dan memilih nilai-nilai
yang sesuai dengan identitas bangsa Indonesia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar