Nama : putri komala desi
Kelas
: 1ea07
Npm
: 17213016
Tugas
3 IBD
1.Manusia
dan Penderitaan
A.
PENGERTIAN PENDERITAAN
Penderitaan
berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta dhra
artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan
sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan itu dapat lahir atau batin, atau
lahir batin.Penderitaan termasuk realitas dunia dan manusia. Intensitas
penderitaan bertingkat-tingkat, ada yang berat ada juga yang ringan. Namun peranan
individu Juga menentukan berat tidaknya intensitas penderitaan. Suatu peristiwa
yang dianggap penderitaan oleh seseorang belurn tentu merupakan penderitaan
bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit
bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan
kebahagiaan.
Penderitaan akan dialami oleh semua orang, hal itu sudah merupakan “risiko” hidup. Tuhan memberikan kesenangan atau kebahagiaan kepada umatnya, tetapi juga memberikan penderitaan atau kesedihan yang kadang-kadang bermakna agar manusia sadar untuk tidak memalingkan dariNya. Untuk itu pada urnumnya manusia telah diberikan tanda atau wangsit sebelumnya, hanya saja mampukah manusia menangkap atau tanggap terhadap peringatan yang diberikanNya? . Tanda atau wangsit demikian dapat berupa mimpi sebagai pemunculan rasa tidak sadar dari manusia waktu tidur, atau mengetahui melalui membaca koran tentang teIjadinya penderitaan. Kepada manusia sebagai homo religius Tuhan telah memberikannya
B.SIKSAAN
Siksaan atau penyiksaan (Bahasa
Inggris: torture) digunakan untuk merujuk pada penciptaan rasa sakit untuk
menghancurkan kekerasan hati korban. Segala tindakan yang menyebabkan
penderitaan, baik secara fisik maupun psikologis, yang dengan sengaja dilakukkan
terhadap seseorang dengan tujuan intimidasi, balas dendam, hukuman, sadisme,
pemaksaan informasi, atau mendapatkan pengakuan palsu untuk propaganda atau
tujuan politik dapat disebut sebagai penyiksaan. Siksaan dapat digunakan
sebagai suatu cara interogasi untuk mendapatkan pengakuan.
Siksaan Bersifat Psikis :
• Kebimbangan, siksaan ini terjadi ketika manusia sulit untuk menentukan pilihan yang mana akan meraka ambil dan mereka tidak ambil. Situasi ini sangat membuat psikis manusia tidak stabil dan butuh pertimbangan yang amat sangat sulit.
• Ketakutan, adalah suatu reaksi psikis emosional terhadap sesuatu yang ditakuti oleh manusia.
• Rasa takut ini dapat menimbulkan traumatik yang amat mendalam. Dampaknya manusia bisa kehilangan akal pikirannya dan membuat manusia berkejatuhan mental.
• Kesepian, merupakan perasaan sepi yang amat sangat tidak diinginkan oleh setiap manusia. Pada hakikatnya manusia itu adalah makhluk yang bersosial ,hidup bersama dan tidak hidup seorang diri.Faktor ini dapat mengakibatkan depresi kejiwaan yang berat dan merupakan siksaan paling mendalam yang menimpa rohani manusia
• Kebimbangan, siksaan ini terjadi ketika manusia sulit untuk menentukan pilihan yang mana akan meraka ambil dan mereka tidak ambil. Situasi ini sangat membuat psikis manusia tidak stabil dan butuh pertimbangan yang amat sangat sulit.
• Ketakutan, adalah suatu reaksi psikis emosional terhadap sesuatu yang ditakuti oleh manusia.
• Rasa takut ini dapat menimbulkan traumatik yang amat mendalam. Dampaknya manusia bisa kehilangan akal pikirannya dan membuat manusia berkejatuhan mental.
• Kesepian, merupakan perasaan sepi yang amat sangat tidak diinginkan oleh setiap manusia. Pada hakikatnya manusia itu adalah makhluk yang bersosial ,hidup bersama dan tidak hidup seorang diri.Faktor ini dapat mengakibatkan depresi kejiwaan yang berat dan merupakan siksaan paling mendalam yang menimpa rohani manusia
C.RASA SAKIT
Rasa sakit adalah rasa yang penderita
akibat menderita suatu penyakit. Rasa sakit ini dapat menimpa setiap manusia.
Kaya-miskin, besar-kecil, tua-muda, berpangkat atau rendahan tak dapat
menghindarkan diri darinya. Orang bodoh atau pintar, bahkan dokter sekalipun.
Penderitaan, rasa sakit, dan siksaan
merupakan rangkaian peristiwa yang satu dan lainnya tak dapat dipisahkan
merupakan rentetan sebab akibat. Karena siksaan, orang merasa sakit; dan karena
merasa sakit, orang menderita. Atau sebaliknya, karena penyakitnya tak
sembuh-sembuh, ia merasa tersiksa hidupnya, dan mengalami penderitaan.
D.SUMBER PENDERITAAN
Manusia adalah
mahluk yang memiliki kepribadian yang tersusun dari perpaduan, saling
berhubungan, dan pengaruh mempengaruhi antara unsur jasmani dan rohani, karena
itu penderitaan dapat terjadi pada tingkat jasmani dan rohani.
Sumber-sumber
penderitaan yang dirasakan oleh manusia ialah :
1. Nafsu
Nafsu adalah
semua dorongan yang ditimbulkan oleh segala macam kebutuhan termasuk pula
instink sehingga menimbulkan keinginan. Batas antara nafsu dan keinginan tidak
terlalu jelas. Nafsu dapat menimbulkan gairah hidup pada manusia.
Nafsu atau
keinginan itu bisa menjadi suatu penderitaan / kehancuran jika kita tidak bisa
mengendalikannya tetapi jika manusia itu bisa mengendalikan nafsu atau
keinginannya maka manusia itu akan sukses di dunia maupun di alam
akhirat.keinginan adalah sumber penderitaan ketika ia memperbudak kita dan
membuat kita jadi orang lain. membuat kita kehilangan jati diri dan menyakiti diri sendiri. membuat kita kehilangan kemanusiaan. seperti seorang pengembara yang menunggu dalam sebuah pelayaran menuju dermaga yang tidak ada. keyakinan kadang tidak cukup memberi kebahagiaan. karena disamping itu ada kenyataan. kenyataan kadang tidak sesuai dengan harapan dan keinginan. sehingga keinginan hanya menimbulkan penderitaan.
membuat kita jadi orang lain. membuat kita kehilangan jati diri dan menyakiti diri sendiri. membuat kita kehilangan kemanusiaan. seperti seorang pengembara yang menunggu dalam sebuah pelayaran menuju dermaga yang tidak ada. keyakinan kadang tidak cukup memberi kebahagiaan. karena disamping itu ada kenyataan. kenyataan kadang tidak sesuai dengan harapan dan keinginan. sehingga keinginan hanya menimbulkan penderitaan.
2. Perasaan
Perasaan
merupakan gejala psikis. Perasaan menyangkut suasana batiniah manusia. kalau
manusia merasakan cinta, benci dan sebagainya. Perasaan timbul didalam bathin
akibat kontak antara manusia dengan lingkungannya dari lingkungan menimbulkan
reaksi dalam kaitan reaksi emosional. Reaksi emosional ini dapat sesuai dengan
kehendak pribadi tapi ketika tidak sesuai dengan kehendak pribadinya maka akan
timbullah rasa tidak puas sehingga timbullah rasa tidak senang, marah dan sikap
negatif lainnya.
3. Pikiran
Pikiran disebut
juga akal, budi. Dimilikinya budi atau akal ini pula memungkinkan manusia tahu
atau mempunyai pengetahuan tentang sesuatu. Tahu dalam hal ini berarti
menghubungkan secara mental sesuatu dengan sesuatu.
4. Kemauan
Kemauan disebut
juga kehandak. Dimilikinya kemauan atau kehendak dalam diri manusia
memungkinkan manusia memilih. Oleh karena itu kemauan atau kehendak ini dapat
dikatakan sebagai pelaksana mengenai apa-apa yang telah di pertimbangkan oleh
akal budi dan perasaan.
E.UPAYA
MENGHINDARKAN DIRI DARI PENDERITAAN
Bagaimana cara mengatasi penderitaan dan
kegelisahan. Kita semua tahu bahwa penderitaan adalah menahan, menanggung atau
merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan dan merupakan pengalaman pahit yang
tidak didambakan oleh setiap manusia, sedangkan kegelisahan adalah suatu rasa
tidak tentram, tidak tenang, tidak sabar, rasa khawatir/cemas pada manusia.
Setiap manusia pasti pernah mengalami penderitaan dan kegelisahan. Untuk
menghindari dari penderitaan dapat dilakukan dengan cara yaitu berani mengatasi
kesulitan yang ada dan mengatasi masalah dengan tenang, berkomunikasi kepada
orang lain, melatih berfikir dan berbuat wajar. Untuk menghindari dari rasa
gelisah dapat dilakukan dengan cara mengambil hikmah dari satu pengalaman,
mengintropeksi diri, serta berdoa dan menyerahkan diri pada Tuhan.
Upaya dalam mengatasi
penderitaan juga dapat dilakukan dengan refresing dalam
berbagai bentuknya seperti rekreasi, hiburan, nonton, olah raga, jalan-jalan,
kumpul-kumpul, nongkrong di café, belanja menghabiskan waktu dan uang. Kedua,
menyibukkan diri dalam berbagai aktifitas yang diharapkannya bisa melupakan
problem-problem hidupnya untuk sementara. Ketiga, menghukum dirinya
dengan duduk berjam-jam depan komputer menghabiskan waktu dengan main
game, chattingatau yang paling populer sekarang, fesbukan.
Ketika
penderitaan-penderitaan jiwa menghimpit seseorang pengobatannya bukan dengan
memperbanyak dzikir, wirid atau membaca asma ul-husna, apalagi refreshing ke
tempat-tempat hiburan. Yang seharusnya dilakukan adalah merenung dan merenung, menghisab
diri (introspeksi) atas semua kesalahan, dosa, pembangkangan dan
pelanggaran-pelanggaran agama yang pernah dilakukan. Tapi, ini agak sulit.
Tidak mudah orang menemukan dan menyadari kesalahan-kesalahannya sendiri. Maka,
cara yang benar adalah carilah orang yang bisa memberikan
nasehat!! Tanyakanlah mengapa masalah demi masalah datang tak
habis-habisnya, kemudian duduk, diam dan dengarkan orang yang menasehati kita.
Orang yang diminta nasehat harus orang yang tepat: yang bersih hatinya, lurus
hidupnya, jernih pandangannya, taat agamanya, satu kata antara hati dan
perbuatannya, bisa menguasai hawa nafsunya dan tidak mencintai dunia. Dan yang
penting dicatat, bukan orang (termasuk kiayi atau ahli hikmah) yang memberikan
resep-resep instan agar masalah cepat selsesai, tapi yang bisa menguraikan
kesalahan-kesalahan kita, membeberkan kelemahan dan kekurangan kita, yang
menunjukkan keburukan-keburukan kita, yang semua menjadi penyebab yang tidak
disadari (hijab ruhani) munculnya penyakit-penyakit dalam diri kita, lahir
maupun batin.
2.Manusia
dan Kegelisahan
A.MAKNA KEGELISAHAN
Kegelisahan
berasal dari kata gelisah, yang berarti tidak tenteram hatinya, selalu merasa
khawatir, tidak tenang, tidak sabar, cemas. Sehingga kegelisahan menipakan hal
yang menggambarkan seseorang tidak tentram hati maupun perbuatannya, merasa
kawatir, tidak tenang dalam tingkah lakunya, tidak sabar ataupun dalam
kecemasan.Kegelisahan hanya dapat diketahui dari gejala tingkah laku atau gerak
gerik seseorang dalam situasi tertentu. Gejala tingkah laku atau gerak-gerik
itu umumnya lain dari biasanya, misalnya berjalan mundar-mandir dalam ruang
tertentu sambil menundukkan kepala; memandang jauh ke depan sambil
mengepal-ngepalkan tangannya; duduk termenung sambil memegang kepalanya; duduk
dengan wajah murung atau sayu, malasbicara;danlain-lain.
Kegelisahan menipakan salah satu elcspirsi dari
kecemasan. Karena itu dalam kehidupan sehari-hari, kegelisahan juga diartikan
sebagai kecemasan, kekawatiran ataupun ketakutan. Masalah kecemasan atau
kegelisahan berkaitan juga dengan masalah frustasi, yang secara definisi dapat
disebutkan, behwa seseorang mengalamifrustasikarenaapayangdiinginkantidaktecapai.
- Sigmund Freud ahli psikoanalisa berpendapat, bahwa ada tiga macam kecemasan yang menimpa manusia yaitu kecemasan kenyataan (obyektit), kecemasan neorotfic dan kecemasan moril.
- Sigmund Freud ahli psikoanalisa berpendapat, bahwa ada tiga macam kecemasan yang menimpa manusia yaitu kecemasan kenyataan (obyektit), kecemasan neorotfic dan kecemasan moril.
B.MAKNA KETERASINGAN
Keterasingan berasal
dari kata terasing,dan kata itu adalah dari kata asing.kata asing berarti
sendiritidak dikenal orang, sehingga kata terasiing berarti, tersisihkan dari
pergaulan atau terpencil
C. MAKNA KESEPIAN
Kesepian berasal dari kata sepi yang
berarti sunyi atau lengang, sehingga kata kesepian berarti merasa sunyi atau
lengang,tidak berteman. Setiap orang pernah mengalami kesepian, karena kesepian
bagian hidup manusia. Lama rasa sepi itubergangung pada mental orang dan kasus
penyebabnya. Bermacam sebab terjadinya kesepian, frustasi dapatmengakibatkan
kesepian. Jadi kesepian itu akibat dari keterasingan. Keterasingan akibat sikap
sombong, angkuh, kaku,keras kepala, sehingga dijauhi teman-teman
sepergaulannya.
D.KETIDAKPASTIAN
Ketidak pastian berasal dari kata tidak pasti artinya tidak menentu, tidak dapat ditentukan, tidak tahu, tanpa arah yang jelas, tanpa asal-usul yang jelas. Ketidak pastian artinya keadaan yang pasti, tidak tentu, tidak dapat ditentukan, tidak tahu,keadaan tanpa arah yang jelas, keadaan tanpa asal-usul yang jelas itu semua adalah akibat pikirannya tidak konsentrasi.Ketidak konsentrasian disebabkan oleh berbagai sebab, yang jelas pikirannya kacau. Beberapa sebab orang tak dapatberpikir dengan tidak pasti ialah:
Ketidak pastian berasal dari kata tidak pasti artinya tidak menentu, tidak dapat ditentukan, tidak tahu, tanpa arah yang jelas, tanpa asal-usul yang jelas. Ketidak pastian artinya keadaan yang pasti, tidak tentu, tidak dapat ditentukan, tidak tahu,keadaan tanpa arah yang jelas, keadaan tanpa asal-usul yang jelas itu semua adalah akibat pikirannya tidak konsentrasi.Ketidak konsentrasian disebabkan oleh berbagai sebab, yang jelas pikirannya kacau. Beberapa sebab orang tak dapatberpikir dengan tidak pasti ialah:
- Obsesi
- Phobia
- Kompulasi
- Hysteria
- Delusi
- Halusinasi
- Keadaan emosi
E. SUMBER-SUMBER KEGELISAHAN
Sumber kegelisahan itu bukan dari luar
diri, tetapi dari dalam diri. Karena faktor luar diri itu tidak dominan,
Meskipun kita mampu menyelesaikan problem itu dengan cara menyelesaikan pokok
masalahnya dari luar, tapi ia akan dirundung kegelisahan dalam bentuk lain.
Begitu seterusnya tak pernah selesai.
Sebagai contoh, ketika kita berada
pada puncak kesedihan karena masalah ekonomi, kadang kita tidak memperhatikan
bahwa dititik kulminasi itu ada rasanya. Kita malah terbuai dengan hal lain
yang mengganggu pikiran kita. Padahal di titik kesedihan itu ada geliat jiwa
yang berpotensi untuk menyelesaikannya. Biarkan jiwa kita merasakan getaran
“sedih” itu. Rasakan bagaimana ia menemukan penyelesaian dengan kejernihan hati
dan kepasrahan kepada Tuhan, Sang Pemilik Jiwa. Dialah yang memberi ketenangan
dan kedamaian hati. Lepaskan duka kita kepada Allah. Biarlah Dia yang
membimbing dan menuntun hati kita. Berserah dirilah kepada-Nya secara total.
Jangan sampai kita malah terjebak pada
hasrat, keinginan, harapan, cita-cita, dan angan belaka, tanpa mengetahui apa
hakikat jiwa. Buang jauh-jauh prasangka buruk pada diri dan pada Allah. Uang
tak akan menyelesaikan masalah kita. Meskipun pada waktu itu uang dapat
menyelesaikan problem ekonomi kita, tapi kita akan mendapat kegelisahan dan
kesedihan berikutnya, baik dalam bentuk yang sama ataupun dalam bentuk yang
berbeda.
Namun jika pada saat kesedihan kita
itu memuncak, lalu kita mengembalikan segala sesuatu pada Allah : “Dari-Mu dan
kepada-Mu akan kembali, ya Allah”, maka kita akan menemukan dan memahami titik
kesedihan yang sebenarnya.
Lalu, jiwa kita akan bertanya dan
bertanya lagi, apa setelah kembali pada Allah? Hidup dan matiku untuk-Mu. Ya
Allah. Makan minumku untuk siapa? Kerja dan pengabdianku untuk siapa? Untuk
apa? Mengapa? Bagaimana? Dimana? Dan sederet pertanyaan-pertanyaan geliat jiwa
lainnya yang dipersembahkan kepada Allah. Pada titik itu kita pasti akan
menyadari dan berkata, “Ya Allah, segala hidupku dari-Mu dan kepada-Mu akan
kembali.
DAFTAR PUSTAKA
aero-7.blogspot.com/2012/04/manusia-dan-penderitaan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar