Halaman

Senin, 12 Oktober 2015

Tulisan 1: Muslim di Vienna, Austria




MUSLIM DI VIENNA , AUSTRIA 

Meski minoritas, Muslimin dapat beraktivitas dengan bebas dan nyaman. Gedung-gedung opera dan konser klasik mewarnai tiap sudut kota. Lantunan piano Fur Elise karya Bethoven seakan bersenandung ria. Inilah Wina, atau Vienna, ibu kota Austria yang terkenal sebagai kota musik. Disebut demikian karena di sanalah karya para musisi ternama dunia lahir. Sebut saja Ludwig van Beethoven, Wolfgang Amadeus Mozart, Johannes Brahms, dan Franz Schubert.
Mereka berkarya dan pentas di kota budaya tersebut. Tak sedikit dari para komposer itu yang lahir dan mengembuskan napas terakhir di tanah musik klasik tersebut.
Di tengah popularitas Wina sebagai kota musik, Muslimin pun hidup riang di sana. Meski sebagai minoritas, Muslimin menjadi bagian yang tak bisa luput dari Wina.

Sebagaimana sejarah musik klasik yang panjang, Islam pun ikut andil dalam bagian sejarah Wina. Sejarah Islam di kota ini bermula pada 1525. Saat itu, Turki Utsmani berkeinginan membukaAustria.

Upaya pembukaan kota gagal. Namun, budaya Islam yang dibawa Turki Utsmani telah menorehkan jejak. Sejak itu, Islam pun dikenal dan banyak warga setempat yang memeluknya. Komunitas Muslim tumbuh. Hingga pada 1878 setelah konferensi Berlin, banyak imigran memasuki Wina. Mereka berasal dari Turki dan negara-negara Eropa Timur. Maka, bertambah ramailah komunitas Muslim Wina. Perang Dunia kedua kemudian memberikan kesempatan bagi gelombang kedua migrasi Muslim ke Austria. Mereka berasal dari Turki, Bosnia, Herzegovina, Serbia, hingga Arab dan Pakistan. Di antara wilayah Austria, para imigran Muslim tersebut banyak memilih Wina sebagai tempat tinggal.
Jumlah Muslimin Wina pun terus berkembang hingga kini. Menurut EU Research program, jumlah Muslim Wina mencapai 120 ribu atau sekitar delapan persen dari total penduduk Wina.

Masjid Islamic Centre Wina, Austria

Masjid ini yang telah lebih dari 30 tahun menjadi pusat studi, kajian, serta perkembangan Islam di Austria. Hal yang menarik bahwa di negara sosialis Eropa Barat ini kebebasan beragama cukup terjamin. Persoalan keagamaan mendapat perhatian serius, sebagai contoh bahwa pelajaran keagamaan diajarkan di sekolah pemerintah, termasuk pelajaran agama Islam yang diajarkan oleh guru keturunan Turki. Di negara ini, Islam adalah agama ketiga terbesar dengan presentase 4,2 % yang berjumlah sekitar 344, 391 orang setelah agama Katolik dan Protestant.
Membangun masjid bukan persoalan di negeri anggur ini. Paling tidak terdapat 8-9 masjid menghiasi kota Wina. Yang paling megah dan menjadi sentral kegiatan keislaman disini adalah Masjid Islamic Center Vienna. Masjid ini merupakan masjid yang paling representatif karena bentuk tampilan bangunannya adalah masjid, tidak seperti masjid-masjid yang lain yang tampak dari luar hanya berupa bangunan apartemen yang didesain untuk kegiatan beribadah. Di kota Wina juga terdapat Masjid As-Salam Wapena yang didirikan oleh muslim Indonesia di kota Wina.

Sumber: 

http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/13/05/13/mmq5ye-islam-berkembang-pesat-di-wina-bagian1

Tidak ada komentar:

Posting Komentar