tugas 13 : Pengaruh Situasi
Terhadap Perilaku Konsumen
Engel, Blackwell, dan
Miniard (1995) mengemukakan bahwa pengaruh situasi adalah pengaruh yang
muncul dari faktor-faktor yang sangat terkait dengan waktu dan tempat, yang
tidak tergantung kepada konsumen dan karakteristik objek (produk atau merek). Mowen
dan Minor (1998) mengemukakan bahwa situasi konsumen adalah faktor lingkungan
sementara yang menyebabkan suatu situasi dimana perilaku konsumen muncul pada
waktu tertentu dan tempat tertentu. Dalam melakukan transaksi pembelian dalam
perilaku konsumen, faktor yang mempengaruhinya antara lain adalah faktor
situasi.
Contohnya saja :
1.
situasi kebutuhan sehari-hari.
Merupakan dimana seseorang berhadapan
dengan keadaan yang membutuhkan suatu barang produksi untuk di konsumsi.
Situasi ini merupakan hal yang rutin dan terkadang sifatnya harus dipenuhi.
Contohnya adalah kebutuhan pangan sehari-hari karena setiap harinya seseorang
membutuhkan makan untuk bekerja, juga sandang untuk dipakai setiap harinya, dan
papan untuk berteduh dan melakukan aktifitas pribadi.
2.
Situasi keuangan.
Situasi dimana seseorang memiliki atau
tidak memiliki cukup uang untuk membeli sesuatu. Jika seseorang memiliki uang
yang cukup atau bahkan lebih, maka dia dapat membeli kebutuhan dasar yang
diperlukannya dan mungkin juga dapat membeli barang tambahan yang sifatnya
tidak terlalu mendesak. Orang yang memiliki kondisi keuangan berlebih
juga dapat membeli barang dari mulai yang murah bahkan yang mahal. Sedangkan
seseorang yang memiliki uang yang cukup bahkan kurang, haruslah memiliki daftar
dari apa yang ingin dibelanjakannya agar kebutuhan dasarnya dapat dijangkau.
Jika seseorang dengan keuangan yang kurang cukup tidak pintar dalam mengelola
keuangannya, maka akan berakibat fatal bagi hidupnya.
3.
Situasi interaksi.
Orang dalam membeli sesuatu dikarenakan
kebutuhan yang diperlukannya. Tapi terkadang ada juga seseorang yang membeli
suatu barang dikarenakan adanya interaksi dengan orang lain. Contohnya saja,
seseorang membeli suatu barang setelah seorang sales menawarkan dan
memperagakan barang yang dijualnya sehingga seseorang merasa tertarik dengan
barang tersebut, terlepas dari barang tersebut diperlukan baginya ataupun
berguna atau tidak baginya.
4.
Situasi kondisi barang produksi.
Dalam memproduksi suatu barang, produsen
pastinya telah melakukan suatu riset agar pengembangan barangnya tersebut
dapat laris dipasaran. Baik dari segi promosi maupun kondisi fisik barang
produksi tersebut. Seringkali para konsumen tertarik dengan kondisi dari
barang produksi tersebut, misalnya saja : adanya diskon yang cukup besar,
warna kemasan yang menarik, ada promo dengan hadiah jika membeli suatu barang,
maupun berbagai keringanan seperti buy 2 get 1 dan sebagai berikut.
Terlepas dari itu semua, seseorang
haruslah cermat dan lebih bijaksana dalam membeli suatu barang. Jangan sampai
ada kerugian yang dirasakan setelah membeli suatu barang yang dibelinya.
Pengaruh situasi konsumen adalah faktor
personal dan lingkungan yang terdapat pada saat aktifitas konsumen , sehingga
situasi konsumen meliputi faktor-faktor seperti berikut:
1. Melibatkan waktu dan tempat dalam mana aktifitas konsumen terjadi.
2. Mempengaruhi tindakan konsumen sperti prilaku pembelian.
3. Tidak termasuk karakteristik personal yang berlaku dalam jangka panjang.
Ada lima karakteristik situasi konsumen
yaitu:
1. Lingkungan fisik. Sarana fisik yang menggambarkan situasi konsumen yang
meliputi: lokasi, dekorasi, aroma, cahaya, cuaca dan objek fisik lainnya yang
ada di sekeliling konsumen.
2. Lingkungan Sosial. Kehadiran dan ketidakhadiran orang lain pada situasi
tersebut.
3. Waktu atau saat perilaku muncul (jam, hari, musim libur, bulan puasa, tahun
baru). Waktu mungkin diukur secara subjektif berdasarkan situasi konsumen,
misal kapan terakhir kali membeli biskuit. Arti kapan terakhir kali akan
berbeda antar konsumen.
4. Tujuan yang ingin dicapai pada suatu situasi. Konsumen yang belanja untuk
hadiah akan menghadapi situasi berbeda dibandingkan belanja untuk kebutuhan
sendiri.
5. Suasana Hati. Suasana hati atau kondisi jiwa sesaat (misalnya perasaan
khawatir, tergesagesa, sedih, marah) yang dibawa pada suatu situasi.
Tipe-tipe perilaku konsumen :
Pengambilan keputusan oleh konsumen akan berbeda menurut jenis keputusan
pembelian. Assael, seperti dikutip Kotler (2000) membedakan 4 tipe
perilaku pembelian konsumen berdasarkan pada tingkatan keterlibatan pembeli dan
tingkat perbedaan diantara merek.
a. perilaku membeli yang rumit.
b. perilaku membeli untuk mengurangi ketidakcocokan.
c. perilaku membeli berdasarkan kebiasaan.
d. perilaku membeli yang mencari keragaman.
e. Situasi Komunikasi.
f.
Situasi Pembelian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar